SEMARANG — Pameran otomotif terbesar di Jawa Tengah, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2025, resmi dibuka hari ini. Gelaran yang berlangsung di Muladi Dome Undip ini menghadirkan lebih dari 50 merek kendaraan bermotor, termasuk enam merek baru yang untuk pertama kalinya ikut serta.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme industri otomotif yang terus meningkat di Jawa Tengah.
“Yang lebih membanggakan lagi terdapat enam merek baru yang pertama kalinya turut serta di BIA Semarang. Ini menunjukkan besarnya potensi dan daya tarik pasar otomotif di Jawa Tengah. Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemprov Jateng, kami optimis GIIAS Semarang 2025 dapat berlangsung lancar dan sukses,” ujarnya Rabu, 24 September 2025.
Pada penyelenggaraan kali ini, GIIAS Semarang 2025 diikuti 14 merek kendaraan roda empat, lima merek kendaraan roda dua, serta 32 merek dari industri pendukung otomotif. Pameran ini juga menjadi ajang edukasi dan informasi kepada masyarakat Jawa Tengah mengenai perkembangan industri otomotif terkini.
Anton menambahkan, GIIAS Semarang merupakan bagian dari rangkaian GIIAS The Series, yang tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan keempat kalinya di Kota Semarang.
"Semarang menjadi Kota kedua diselenggarakan GIIAS The Series. Dimana sebelumnya dilaksanakan di Tangerang dan akan berakhir di Makasar," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan industri otomotif.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai 5,498 persen, di atas rata-rata nasional. Hal ini secara langsung berdampak positif pada industri otomotif. Meskipun volume kendaraan belum sebanding dengan infrastruktur jalan yang ada, pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota terus berupaya meningkatkan infrastruktur demi kelancaran distribusi orang dan barang,” ungkap Luthfi.
Ia menambahkan, pertumbuhan kendaraan bermotor akan selaras dengan pergerakan ekonomi daerah. "Dengan kontribusi sebesar 5,2 persen terhadap penyebaran kendaraan bermotor nasional, Jawa Tengah kini menempati posisi lima besar provinsi dengan distribusi kendaraan terbanyak di Indonesia," ungkapnya.