Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tanggapi Kasus Bunuh Diri di Jembatan Jurug, Pemkot Solo Kerahkan 60 Psikolog ke Posyandu

Walikota Solo
Respati Ardi

Semakin banyaknya kasus bunuh diri di kalangan anak muda Solo, yang salah satunya kembali menghebohkan publik dengan peristiwa tragis di Jembatan Jurug, memaksa Pemerintah Kota Solo mengambil langkah tegas. 


Sebanyak 60 sarjana psikologi bakal diterjunkan ke Posyandu di seluruh Solo, dalam upaya sistematis memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat.


Langkah cepat ini ditegaskan Wali Kota Solo Respati Ardi, sebagai bentuk keprihatinan mendalam sekaligus respons konkret terhadap lemahnya kanal penanganan psikologis di tingkat akar rumput.


“Kami tidak ingin hanya berduka. Ini waktunya intervensi nyata. Kesehatan mental bukan isu pinggiran. Maka dari itu, kami turunkan 60 tenaga psikologi ke Posyandu Plus sebagai bentuk komitmen Pemkot,” tegas Respati, Rabu 3 Juli 2025.



Program Posyandu Plus, yang menjadi prioritas ketiga dalam pemerintahan Respati–Astrid, kini dikembangkan lebih luas. 


Tak hanya menyasar kesehatan fisik ibu dan anak, tetapi juga layanan konseling dan pendampingan psikologis, yang bisa diakses siapa pun, tanpa memandang usia maupun status kependudukan.

“Anak-anak muda kita sering kali tertutup, cemas, dan enggan bicara. Hadirnya tenaga psikologi ini bukan untuk menghakimi, tapi membuka ruang aman agar mereka bisa bicara sebelum terlambat,” ujar Respati.


Langkah ini dinilai sebagai strategi preventif dan pendekatan humanis, mengingat masyarakat kerap menstigmatisasi gangguan mental sebagai kelemahan pribadi, bukan kondisi medis yang butuh dukungan.


Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menambahkan, layanan ini terbuka untuk semua kalangan, bahkan bagi warga non-KTP Solo yang tinggal di kota ini.


“Siapa pun yang tinggal di Solo berhak atas rasa aman, termasuk dalam aspek mental. Kami ingin fasilitas ini menjadi tempat ‘pertolongan pertama’ sebelum kondisi makin parah,” tegas Astrid.


Astrid juga mengakui, pengamanan fisik di lokasi rawan bunuh diri, seperti Jembatan Jurug, masih terus dibenahi. 


Namun, ia menekankan solusi jangka panjang tetap terletak pada kesadaran dan penanganan dari hulu, bukan hanya penindakan di hilir.


“Betapa pun tingginya pagar pembatas, jika luka batin tak ditangani, tragedi bisa tetap terjadi,” ujarnya tajam.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube