Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Rayakan Harlah dan HUT RI ke-80, Ribuan Kader Fatayat NU Tanon Ramaikan Jalan Sehat

Wakil ketua Fatayat NU Tanon
Hayatul Laily dalam sambutanya di hadapan ribuan kader dan masyarakat.

SRAGEN — Ribuan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanon membanjiri Joglo Juang, Waduk Ketro Canden, Desa Ketro, Senin (11/8) dalam acara Jalan Sehat memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-75 dan HUT Kemerdekaan RI ke-80.


Tak hanya kader, masyarakat Tanon juga antusias berbondong-bondong turut serta, menciptakan suasana meriah yang penuh semangat.


Acara yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tanon ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga simbol kuat bahwa perempuan memiliki peran besar dalam mengisi kemerdekaan. 


Dengan langkah tegap dan semangat yang membara, ribuan perempuan Fatayat NU Tanon menunjukkan bahwa mereka bukan hanya pelengkap, tetapi pilar utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.


Acara ini menjadi bukti bahwa perempuan NU siap melangkah maju, sehat jasmani dan rohani, untuk mengukir sejarah. 


Wakil Ketua PAC Fatayat NU Tanon, Hayatullayly, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antar warga sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat.


“Kami menggerakkan semua ranting di Kecamatan Tanon. Hari ini, sekitar 2.000 warga, baik pengurus Fatayat maupun masyarakat umum, turut hadir,” ujarnya.

Jalan Sehat ini tidak hanya tentang berjalan, tetapi juga menjadi panggung kreativitas. Setiap ranting Fatayat NU unjuk kebolehan melalui kostum jalan sehat yang unik dan penuh warna, menambah semarak acara.


“Kegiatan ini adalah syiar NU untuk masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan NU tidak hanya aktif dalam pengajian, tetapi juga peduli pada kesehatan jasmani dan rohani,” tambah Hayatullayly.


Menurutnya, di era modern ini, perempuan NU harus sehat dan tangguh untuk menjadi inspirasi, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sragen.


“Jika dulu Fatayat identik dengan pengajian, kini kami ingin perempuan NU juga dikenal sebagai agen perubahan yang sehat, kuat, dan berkontribusi nyata,” katanya.


Acara ini juga menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam mengisi kemerdekaan. Hayatullayly menyoroti bahwa perempuan kini memiliki posisi penting, termasuk dalam pemerintahan.


“Kami berharap perempuan NU mendapat ruang lebih luas untuk memberikan sumbangsih bagi masyarakat dan ikut memajukan bangsa,” ungkapnya penuh semangat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube