Lagu legendaris Bengawan Solo ciptaan maestro Gesang sudah tidak lagi terdengar di Stasiun Solo Balapan untuk menyambut kedatangan maupun keberangkatan penumpang.
Kepala Stasiun Solo Balapan, Citra, menjelaskan kebijakan tersebut mulai berlaku sekitar tiga hingga lima minggu terakhir.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti alasan teknis penghentian pemutaran lagu tersebut, namun menyebut hal itu masih menunggu arahan dari pusat.
“Untuk sementara, lagu Bengawan Solo belum bisa diputar dulu. Kami menunggu informasi lebih lanjut dari pusat,” ujarnya, Rabu 27 Agustus 2025.
Sebagai pengganti, pihak stasiun kini rutin memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap hari pukul 10.00 WIB.
“Lagu wajib nasional ini kami utamakan terlebih dahulu, agar lebih aman sambil menunggu kepastian terkait aturan royalti,” jelasnya.
Citra menambahkan, pada awal perubahan kebijakan sempat ada keluhan dari penumpang yang terbiasa mendengar Bengawan Solo. Namun seiring waktu, masyarakat mulai memahami situasi ini.
“Awal-awalnya memang ada penumpang yang menyampaikan keberatan. Tetapi setelah mereka mengetahui isu tentang aturan royalti yang sedang ramai dibicarakan, sebagian besar bisa memakluminya,” pungkasnya.