YOGYAKARTA — Becak kayuh bertenaga listrik akan diluncurkan penggunaannya di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Jumat pagi 18 Juli 2025) hari ini.
Peluncuran penggunaan becak kayuh bertenaga listrik ini merupakan salah satu bentuk kampanye Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Utamanya sebagai langkah nyata mendukung transformasi kawasan Malioboro menjadi area rendah emisi dan ramah lingkungan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, peluncuran kampanye becak listrik itu sebagai bagian kerja sama antara Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta.
"Program ini menegaskan komitmen Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk melestarikan becak sebagai moda transportasi ikonik Yogyakarta, sekaligus mengintegrasikannya dengan teknologi ramah lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 17 Juli 2025.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan amanat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk menjaga harmoni semesta sesuai filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.
Chrestina menyampaikan harapannya agar kampanye ini menjadi tonggak komitmen bersama untuk mewujudkan Malioboro sebagai kawasan yang tidak hanya berbudaya, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan.
"Becak adalah identitas Jogja. Kini, melalui inovasi teknologi, kehadirannya menjadi lebih manusiawi, efisien, dan tetap bernilai historis," katanya.
Becak kayuh bertenaga listrik atau pedal-assist electric tricycle didesain menyerupai becak tradisional, namun dilengkapi motor listrik untuk membantu pengayuh, terutama saat menanjak atau menempuh jarak jauh.
Kendaraan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menimbulkan polusi suara. Becak listrik menjadi simbol kemajuan yang tetap berpijak pada jati diri budaya.
"Dukungan teknologi pada pengayuh bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka," jelasnya.
Kampanye ini merupakan bagian dari strategi besar penataan Kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Tugu–Malioboro–Kraton–Panggung Krapyak) yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
Fokus utama penataan adalah pengendalian kendaraan bermotor, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas ruang bagi pejalan kaki, pesepeda, dan moda tradisional seperti becak.
"Pemda DIY bersama Pemkot Yogyakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menggunakan becak kayuh bertenaga listrik saat berada di Kawasan Malioboro," imbuhnya.
Selain sebagai moda transportasi, becak listrik disebut sebagai cermin kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian tradisi, serta peningkatan kesejahteraan warga lokal.
Pada kampaye peluncuran becak kayu, juga akan melibatkan akademisi dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, serta Koperasi Angkutan Becak Kayuh Bertenaga Alternatif.