Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mantan Rektor UGM Sofian Effendi Minta Maaf dan Cabut Pernyataannya

YOGYAKARTA — Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sofian Efendi mencabut pernyataannya terkait polemik ijazah Jokowi. Rektor UGM 2002-2007 itu juga meminta maaf kepada publik. 


Melalui keterangan tertulisnya, Sofian Efendi menarik semua pernyataannya saat diwawancarai kanal Youtube Langkah Update. Sebelumnya viral tayangan video berjudul "Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!" tertanggal 16 Juli 2025. 


"Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut," kata Prof. Sofian Effendi, Kamis 17 Juli 2025. 


Pada kesempatan itu, Sofian menegaskan, pernyataan Rektor UGM, Prof. Ova Emilia pada 11 Oktober 2022 sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas. 


"Sehubungan dengah itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal Youtube tersebut ditarik dari peredaran," katanya. 


"Demikian pernyataan saya dan saya sangat berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri. Terima kasih," imbuhnya. 

Video berdurasi selama 1 jam 13 menit itu, terlihat Rektor UGM Prof. Sofian Effendi tengah berbincang dengan Rismon Sianipar dan kolega. Sofian mengungkapkan informasi yang diklaim dapat dari profesor dan mantan deka di Fakultas Kehutanan UGM. 


Sebelumnya, Rismon Sianipar dan kuasa hukumnya, Andhika Dian Prasetyo, melaporkan Presiden RI ketujuh Joko Widodo ke Polda DIY, Selasa 15 Juli 2025.  


Dalam laporan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY, Rismon menyebutkan Jokowi melakukan penyebaran berita bohong. 


"Hari ini kita melaporkan Jokowi terkait dengan dugaan penyebaran berita bohong dan lainnya. Hal itu terkait dengan video tahun 2017, di mana saat reuni Fakultas Kehutanan UGM 2017, itu ada dialog antara Pak Kasmujo dengan Pak Jokowi," ujar Rismon ditemui usai melakukan pelaporan.  


Sementara kuasa hukum, Andhika Dian Prasetyo, menerangkan terdapat tiga video dan sejumlah rekaman yang berkaitan dengan dugaan adanya berita bohong tersebut. 


"Ada tiga video dan mungkin nanti akan kami tambahkan juga dengan beberapa rekaman juga. Bahwa video pertama beliau menyatakan bahwa Pak Kasmujo ini ada berita bohong. Itu adalah seorang pembimbing," tandasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube