Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Mural One Piece Muncul di Solo, Menuai Pro-Kontra

Sejumlah mural bergambar karakter dan simbol dari anime populer One Piece mulai bermunculan di berbagai titik Kota Solo.

Sejumlah mural bergambar karakter dan simbol dari anime populer One Piece mulai bermunculan di berbagai titik Kota Solo. 


Dari Kelurahan Semanggi di Pasar Kliwon, Kelurahan Sewu di Jebres, hingga wilayah Laweyan, mural-mural ini memancing perhatian warga hingga aparat setempat.


Salah satu mural paling mencolok terlihat di jalan Kampung Losari RT 04 RW 02, Semanggi. Gambar tengkorak berjanggut khas bendera bajak laut dalam serial One Piece masih utuh tergambar di dinding tembok. 


Warga setempat, Ngatimin, mengungkapkan bahwa mural tersebut dibuat secara gotong royong oleh warga sekitar, Minggu malam 3 Agustus 2025.


“Dibuat sekitar jam sembilan sampai tengah malam. Yang bikin bukan dari RT saya, beda RW,” katanya kepada wartawan, Senin 4 Agustus 2025.


Meski mural itu ramai diperbincangkan dan dianggap sebagai bagian dari tren populer, Ngatimin mengaku menyimpan keraguan. 


Apalagi, momen ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 RI, di mana biasanya dinding kampung diwarnai gambar-gambar bertema nasionalisme.

“Saya pikir awalnya mau dibuat logo kemerdekaan, ternyata gambar bajak laut. Agak ragu juga, ini kan suasana Agustus, mestinya lebih ke nuansa kebangsaan,” tambahnya. 


Ia sendiri memilih tidak ikut campur, meskipun secara pribadi menyatakan ketidaksetujuannya.


Berbeda dengan Semanggi, mural serupa di RT 03 RW 08 Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, hanya sempat muncul sebentar. Mural itu telah dihapus keesokan paginya atas inisiatif pihak kelurahan, bhabinkamtibmas, dan babinsa, untuk menghindari polemik yang lebih luas.


“Sudah langsung kami hapus Senin pagi. Karena khawatir viral dan menimbulkan perdebatan,” ujar Camat Jebres, Samsu Tri Wahyudi.


Samsu menyebut, pembuatan mural itu diperkirakan dilakukan tengah malam saat warga sudah beristirahat. Ia juga menyatakan belum mengetahui siapa pelaku pembuat mural tersebut.


“Saat kerja bakti kemarin pagi belum ada gambar itu. Jadi ini pasti dibuat malam hari. Kami masih telusuri pelakunya,” tegasnya.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube