Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Laporan Parkir Semrawut dan Polusi Debu, DPRD Sragen Akan Panggil Pabrik Blescon

DIPANGGIL - Manajemen pabrik bata ringan Blesscon akan dipanggil DPRD Sragen
terkait aduan masyarakat. (hatidz/disway jateng)

SRAGEN — Pabrik bata ringan Blesscon di Kecamatan Sambungmacan, tengah menjadi sorotan. Warga sekitar pabrik mengeluhkan polusi debu dan parkir truk yang semrawut di bahu jalan.


Kondisi itu bahkan sudah memicu hujatan di media sosial. DPRD Sragen akhirnya dituntut untuk turun tangan, dengan melakukan tindakan nyata terhadap pihak perusahaan.


Menurut pantauan di lapangan dan banyaknya keluhan dari masyarakat sekitar, dua persoalan utama yang menjadi keluhan terhadap keberadaan Blesscon. Masyarakat sekitar mengeluhkan debu yang luar biasa dan antrean truk hingga ke bahu jalan.


Ketua Fraksi PDIP Sragen, Sugiyamto, menegaskan bahwa keluhan debu dirasakan langsung oleh warga sekitar, sementara parkir truk di bahu jalan terbukti sering menyebabkan kecelakaan.


Sugiyamto memberi ultimatum kepada Blesscon. "Perusahaan harus segera menyediakan tempat parkir itu, terserah mau beli atau sewa. Kita kasih waktu sampai seminggu ini. Kalau tidak, kita panggil pengelola atau yang bertanggung jawab, beserta dinas terkait," tegasnya usai rapat di kantor DPRD Sragen, Senin 28 Juli 2025. 

Sementara Suyanto, anggota Komisi III DPRD Sragen yang juga merupakan warga Sambungmacan, menggambarkan parahnya polusi debu, terutama saat pabrik beroperasi 24 jam.


"Debu ini bikin trauma. Mobil setelah dicuci, ditaruh di luar, dalam satu jam debu sudah bisa ditulisi," ujar 


Suyanto menambahkan bahwa banyak tokoh masyarakat telah mengeluh, namun keluhan mereka seolah tidak pernah digubris. Dia menyoroti kondisi parkir truk yang "acak-acakan" di bahu jalan, serta minimnya penerangan jalan dari Mahbang hingga Banaran yang baru dibenahi satu titik di Dukuh Pondok.


Masyarakat dan anggota dewan berharap, tekanan ini dapat mendorong Blesscon untuk segera bertindak. Ini diperlukan demi kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.