Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Klarifikasi Lengkap Jokowi soal Reuni UGM dan Ijazah Palsu

SERAGAM - Ajudan Jokowi menunjukan kaos seragam reuni UGM angkatan 1980 yang berlengan pendek. (ali kojek/disway jateng)

SURAKARTA — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, angkat bicara mengenai berbagai tudingan yang menyertai kehadirannya dalam reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 yang digelar, Sabtu 26 Juli 2025 lalu. 


Jokowi menepis anggapan, reuni tersebut merupakan settingan serta menjelaskan alasan tidak mengenakan kaus reuni.


Dalam keterangannya di kediamannya di Solo, Kamis 31 Juli 2015, Jokowi menyebut tidak mengenakan kaus karena ukuran yang diberikan berlengan pendek, sementara kulitnya masih dalam proses pemulihan.


“Saya diberi kaus, tapi pendek. Kulit masih pemulihan. Itu saja sebenarnya, jangan cari-cari lah,” kata Jokowi.


Jokowi juga menanggapi tudingan, salah satu temannya dalam reuni, Mulyono, adalah calo Terminal Tirtonadi. Ia menegaskan, Mulyono merupakan rekan satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM sejak 1980.


“Saya lulus bulan November 1985. Pak Mulyono lulus tahun 1987. Terakhir saya tahu, beliau bekerja di PT Restorasi Ekosistem Indonesia di Jambi.”

Terkait kabar Mulyono sebagai calo terminal, Jokowi menjawab santai, “Coba calo dicari. Sudah lama tidak ketemu, makanya reuni. Masak teman reuni tidak datang?”


Dalam sambutan reuni yang bertajuk “Spirit 80: Guyub Rukun Migunani”, Jokowi menyampaikan, keraguan terhadap keaslian ijazahnya bisa berdampak pada seluruh alumni seangkatannya.


“Kalau ijazah saya diragukan, maka 88 teman seangkatan saya juga bisa dianggap palsu. Kok kadang nggak masuk logika, tapi kejadian seperti itu nyata. Kita kuliah susah, tapi saya lulus semua mata kuliah,” ujarnya.


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyampaikan, dirinya masih menunggu keputusan pengadilan terkait gugatan ijazah. Ia meminta semua pihak bersabar hingga ada putusan hukum.


“Kalau pengadilan sudah memutuskan ijazah saya asli, baru senang-senang. Tapi sekarang, jangan senang dulu,” katanya sambil berseloroh.