Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

KGPH Hangabehi Salat Jumat di Masjid Agung Solo, Bantah Terkait Syarat Suksesi Raja Keraton

Putra tertua PB XIII yang sebelumnya dinobatkan sebagai PB XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA)
melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo
Jumat 14 November 2025.

SOLO, diswayjateng.com -- Dinamika suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menjadi perhatian publik setelah KGPH Hangabehi, putra tertua PB XIII yang sebelumnya dinobatkan sebagai PB XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA), melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat 14 November 2025.


Kehadiran Hangabehi didampingi kerabat keraton KPH Eddy Wirabhumi, dan langsung menimbulkan spekulasi, salat Jumat di Masjid Agung merupakan salah satu syarat tradisional bagi calon raja baru. Namun, Hangabehi menegaskan kehadirannya bukan dalam rangka pemenuhan syarat suksesi.


“Bukan soal 7 Jumat atau 40 Jumat. Ini murni kewajiban salat Jumat. Di mana saja bisa. Kebetulan di kompleks keraton ada masjid terdekat dan itu kagungan dalem, jadi kenapa tidak digunakan,” ujarnya.


Hangabehi juga menyampaikan, dirinya sudah sering salat di Masjid Agung, namun selama ini lebih memilih posisi di bagian pojok sehingga tidak tampak publik.


Usai salat, Hangabehi melakukan perbincangan dengan Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom. Keduanya membahas kondisi manuskrip milik masjid yang dinilai membutuhkan penataan ulang dan konservasi.

“Manuskrip terlihat terlalu berhimpitan di dalam etalase. Penataan dan konservasi perlu diperhatikan kembali,” jelasnya.


Selain itu, Hangabehi mengungkapkan perhatian khusus terhadap kondisi museum Keraton Solo yang disebutnya sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan perawatan memadai. Ia berharap proses revitalisasi dapat dilanjutkan melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan.


“Setelah revitalisasi Panggung Songgo Buwono, kami berharap museum juga segera ditangani karena sudah lama tidak tersentuh treatment,” katanya.


Kehadiran Hangabehi di Masjid Agung berlangsung di tengah memanasnya situasi internal keraton, setelah penobatannya oleh LDA dipersoalkan oleh pihak keluarga lain yang mempersiapkan Jumenengan resmi pada waktu berbeda.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube