SRAGEN — Ratusan orang di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen yang mengalami keracunan makanan massal. Komisi IV DPRD Sragen desak pemerintah segera melakukan evaluasi, hal ini terjadi setelah mereka mengonsumsi hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1.
Anggota DPRD Komisi IV Sragen Toko meminta evaluasi pada semua dapur SPPG. Dia mendengar kabar ada keracunan MBG. "Evaluasi penyediaan makanan, karena harus fresh. Cek betul makanan higienis atau tidak," selorohnya.
Dia mengingatkan agar tidak asal asalan soal MBG. Lantaran menggunakan anggaran yang besar dari negara. "Maka MBG semuanya evaluasi makanan yang akan disediakan," ujarnya.
Sementara itu, Keterangan dari salah satu orang tua siswa SMP Negeri 3 Gemolong inisial FS, menyampaikan anaknya menjadi salah satu yang keracuanan menjadi kekhawatiran orang tua dan mengganggu proses belajar siswa.
"Anak dari kemarin mengeluhkan rasa mual dan pusing. Melihat seperti ini saya merasa ragu dengan penyedia dan ragu dengan proses pengolahan masakan. Tentu kasus ini menjadi kekhawatiran bagi siswa,"jelasnya.
Kepala Puskesmas Gemolong, dr. Agus Pranoto Budi, mengonfirmasi bahwa data korban saat ini tidak hanya berasal dari dua sekolah tersebut, tetapi juga dari beberapa sekolah lainnya. "Data sementara 196 orang yang terdata mengalami gejala-gejala keracunan. Ada murid, guru, karyawan, atau keluarga yang memakan makanan yang dibawa pulang," jelas dr. Agus.
Meskipun jumlah korban cukup banyak, dr. Agus memastikan bahwa tidak ada satu pun korban yang memerlukan rawat inap. "Kami sudah mendatangi korban dan pemulihan mereka cukup baik," tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus dan memberikan penanganan cepat, Puskesmas Gemolong telah mendirikan posko layanan 24 jam. "Kita dirikan posko 2x24 jam, jam berapapun kita siap," tegas dr. Agus.
Pihak puskesmas juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait kasus ini. Saat ini, sampel makanan dan air telah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini. Pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium untuk dapat memberikan kesimpulan resmi.