Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Yudha Atlet Sepak Takraw Asal Demak Kian Bersinar

Yudha Aswinatama
atlet sepak takraw asal Demak
bersama sang ayah menunjukkan deretan medali prestisius yang berhasil diraih dari berbagai kejuaraan nasional
Jumat (27/6/2025).

DEMAK — Kerja keras dan ketekunan sejak usia belia akhirnya membuahkan hasil manis bagi Yudha Aswinatama, atlet muda berbakat asal Betokan, Demak.


Namanya kini melambung di kancah nasional setelah sukses menorehkan prestasi membanggakan di cabang olahraga sepak takraw, termasuk merebut medali di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON).


Yudha mengungkapkan awal mula dirinya mengenal sepak takraw saat duduk di bangku kelas 4 SD. Ketertarikannya tumbuh dari aktivitas ekstrakurikuler sekolah.


Kebetulan, ayahnya, Hadi Winarno, merupakan guru Pendidikan Jasmani (PJOK) dan memiliki relasi dengan sejumlah pelatih. Dari situlah jalan Yudha mulai terbuka.


“Saya latihan subuh, sebelum sekolah, dari kelas 5 SD sampai SMP. Setiap hari. Alhamdulillah kelas 2 SMP bisa lolos seleksi masuk PPLP Jawa Tengah,” ungkap Yudha saat ditemui di Rumahnya, Jumat (27/6/2025).


Di PPLP, Yudha mendapat pembinaan intensif dan mampu menorehkan sederet prestasi, di antaranya: Juara 1 PON Regu Putra (2024); Juara 2 PON Quadrant Putra (2024); Juara 1 dan 2 di ajang POPNAS 2023; Juara 2 Pra-PON 2023; Juara 1 POPDA Provinsi Jateng saat SD (2018) dan masih banyak lagi.


Capaian itu tak lepas dari kerja keras dan pengorbanan besar. Yudha mengaku harus melewatkan masa bermain bersama teman-teman demi fokus latihan. Namun semua itu terbayar lunas.


“Pesan saya untuk adik-adik di Demak, jangan fokus pada bonus atau uang saku. Berlatihlah dengan ikhlas, prestasi akan membawa rezekinya sendiri,” ujarnya.

Hadi Winarno, ayah Yudha, menambahkan bahwa potensi sepak takraw di Demak sebenarnya sangat besar. Namun, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama.


“Kami biasa latihan di SDN Bintoro 9. Tempatnya seadanya, lapangannya jelek. Tapi dari situ muncul bibit-bibit unggul. Bahkan dua atlet Demak kini direkrut oleh PPLP Jateng,” ujar Hadi.


Ia menyebut peran para pelatih senior seperti Supardi, Winarno, dan Masrianto sangat besar. Ketiganya adalah mantan atlet nasional yang melatih secara sukarela demi mencetak generasi emas.


Namun, kendala klasik tetap membayangi. Minimnya lapangan latihan yang representatif membuat agenda latihan kerap bentrok dengan cabor lain di GOR Kalijaga. Klub sepak takraw Demak pun hanya bisa berlatih maksimal dua kali dalam seminggu.


Baik Yudha maupun ayahnya berharap perhatian dari pemerintah daerah dapat ditingkatkan, terutama dalam hal dukungan fasilitas dan pembinaan atlet.


“Jangan sampai atlet berbakat seperti Yudha harus menerima tawaran pindah ke daerah lain hanya karena kurang diperhatikan. Kami minta ada pusat latihan khusus takraw, agar bibit-bibit muda terus berkembang,” tegas Hadi.


Meski dengan keterbatasan, prestasi membanggakan telah ditorehkan. Yudha berharap kedepannya bisa menembus level berikutnya—mewakili Indonesia di ajang SEA Games dan Asian Games.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube