SEMARANG — Lebih dari 100 karya lukisan bertema Bung Karno, hasil goresan tangan 50 seniman dari berbagai penjuru Jawa Tengah, kini menghiasi ruang Oudetrap, Kota Lama Semarang. Pameran seni rupa ini menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa yang digelar mulai 26 hingga 30 Juni 2025, dan terbuka secara gratis untuk umum.
Mengusung semangat kebangsaan dan nasionalisme, pameran ini menghadirkan beragam interpretasi visual tentang sosok Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Dari lukisan bergaya naturalisme, realisme, hingga ekspresionisme, pengunjung diajak menyelami pemikiran dan perjuangan Bung Karno lewat perspektif para seniman.
Wali Kota Semarang, Agustina menyebut pameran ini sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan lewat jalur seni budaya.
"Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Mustika Rasa, sebuah agenda kebudayaan berskala nasional. Ini adalah momentum memperkuat identitas kebangsaan kita di Bulan Bung Karno," ungkap Agustina, Kamis, 26 Juni 2025.
Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya mengenalkan sejarah melalui media yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan edukasi sejarah secara visual. Lewat karya seni ini, semangat perjuangan Bung Karno bisa lebih mudah ditangkap, terutama oleh generasi muda," tambahnya.
Pameran ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreatif, tapi juga sebagai wadah refleksi kebangsaan. Lukisan-lukisan tersebut menggambarkan Soekarno dalam berbagai dimensi – sebagai proklamator, pemikir, negarawan, hingga manusia biasa dengan sisi emosional dan spiritual yang dalam.
"Bung Karno adalah tokoh besar yang mampu menggerakkan bangsa. Harapannya, pameran ini menjadi pemantik semangat berkebangsaan, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai negeri ini," tutup Agustina.
Berlokasi di Oudetrap, ikon budaya di jantung Kota Lama Semarang, pameran ini buka setiap hari mulai pukul 10.00–21.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati karya-karya seni tersebut tanpa dikenai biaya.
Bagi masyarakat, momen ini menjadi kesempatan langka untuk menikmati lukisan bertema Soekarno, sekaligus menelusuri bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama yang kini semakin hidup dengan agenda-agenda kreatif.