SEMARANG — Puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Semarang berlangsung meriah di halaman Balai Kota Semarang. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, yang memberikan pesan penting terkait peran anak dalam pembangunan serta pencegahan kekerasan di lingkungan sekitar.
Veronica menegaskan bahwa kegiatan festival dan peringatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan prestasi dan bakat mereka.
"Festival seperti ini bagus sekali, sebenarnya untuk memberikan ruang kepada anak-anak supaya prestasi mereka bisa dipresentasikan. Anak-anak juga harus menjadi penyemangat, karena kita butuh perpanjangan tangan sebagai pelapor dan pelopor," kata Veronica kepada diswayjateng.com saat hendak bertolak ke bandara, Kamis 21 Agustus 2025.
Veronica menyebut, forum anak di Kota Semarang bisa berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi sekaligus menjadi agen perubahan. Menurutnya, anak-anak dapat menggunakan bahasa dan cara komunikasi yang lebih mudah diterima oleh teman sebaya, terutama dalam hal berbagi cerita, dukungan, maupun pencegahan perilaku negatif.
"Bahkan anak-anak bisa berbicara dengan bahasa anak-anak, bahasa anak muda kepada teman-teman mereka yang mungkin sedang ada masalah. Jadi mereka bisa menjadi pelapor sekaligus pelopor," ujarnya.
Selain itu, Veronica juga mengapresiasi Kota Semarang yang dinilai cukup berhasil dalam memberikan ruang ramah anak. Menurutnya, Semarang telah meraih penghargaan dalam kategori Sekolah Ramah Anak (SRA) maupun Kota Layak Anak (KLA).
Terkait maraknya kasus bullying yang masih terjadi di Indonesia, Veronica menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah. Ia menyebut, keluarga merupakan unit terkecil negara yang menjadi garda terdepan dalam mendidik dan melindungi anak.
"Negara memang menyediakan fasilitas, tapi yang paling kecil dari negara itu adalah keluarga. Bagaimana menjaga komunikasi antara orang tua dengan anak itu penting sekali. Jangan sampai anak lari mencari solusi ke orang yang tidak dikenal," jelasnya.
Veronica menambahkan, sering kali anak justru mencari pelarian di luar ketika tidak menemukan ruang komunikasi dengan keluarga. Hal ini berisiko besar karena anak bisa terpengaruh oleh lingkungan negatif bahkan pelaku tindak kejahatan.
"Orang tua harus punya waktu untuk mendengar masalah anak. Bicara dari hati ke hati itu sangat penting. Ini harus menjadi kerja bersama, dimulai dari keluarga," tegasnya.