SEMARANG — Tragedi kebakaran yang menewaskan lima jiwa di Jalan Pesanggrahan Raya No. 25/27, RT 006/RW 002, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, menyisakan luka mendalam bagi warga Semarang.
Di tengah duka itu, Wali Kota Semarang, Agustina turun langsung ke lokasi kejadian untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan bantuan konkret dari pemerintah kota.
"Yang pertama saya ucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga. Musibah ini tentu menjadi kejadian yang memilukan untuk kita semua dan kita turut prihatin," ujar Agustina saat meninjau lokasi kebakaran pada Jumat 25 Juli 2025 sore.
Kebakaran hebat tersebut terjadi pada dinihari yang sama dan merenggut nyawa lima anggota keluarga yang diduga sedang tertidur lelap. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Tak ingin tinggal diam, Pemkot Semarang langsung mengerahkan jajaran terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta BPBD untuk turun tangan.
Pemerintah kota menjanjikan dukungan penuh, tidak hanya untuk kebutuhan dasar para korban, tapi juga untuk pembangunan kembali rumah yang terbakar.
"Untuk pembangunan rumah dari nol, kita siapkan anggaran. Biasanya untuk RTLH hanya Rp20 juta, tapi ini musibah besar. Kita siapkan Rp40 juta," tegas Agustina.
Selain bantuan fisik, Agustina menekankan pentingnya dukungan moral dan psikologis dari masyarakat sekitar.
Ia meminta warga untuk bergotong royong membantu pemulihan keluarga yang terdampak.
"Saya sudah sampaikan kepada Pak RW agar warga kanan kiri bisa saling menguatkan, saling bantu, agar keluarga ini bisa segera bangkit dari musibah," lanjutnya.
Agustina turut menyoroti dugaan penyebab kebakaran, yakni korsleting listrik akibat kabel dengan daya tidak sesuai kapasitas. Ia berharap masyarakat lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.
"Harapan saya setelah insiden ini masyarakat harus lebih aware. Jadikan musibah ini jadi pelajaran berharga untuk kita semua," pungkasnya.