SEMARANG — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti r mengungkapkan enam prioritas utama pembangunan di Kota Semarang tahun 2026. Itu diungkapkan Orang Nomor Satu di Kota Semarang tersebut saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Semarang harus berorientasi pada keberlanjutan, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Enam prioritas pembangunan tersebut akan menjadi panduan arahan kebijakan pemerintah kota ke depan.
Agustina menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan dengan mendukung petani, nelayan, serta pelaku agribisnis lokal.
"Penguatan ketahanan pangan berkelanjutan akan kita dorong, dari hulu ke hilir, termasuk dukungan penuh terhadap petani dan nelayan," tegas Agustina di Gumaya Tower Hotel, Senin 30 Juni 2025.
Prioritas kedua adalah peningkatan kualitas lingkungan hidup. Ini mencakup penanganan banjir, rob, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi.
"Kita ingin sistem penanganan banjir dan rob semakin efektif. Pengelolaan sampah juga harus dilakukan secara terpadu," ujarnya.
Lebih lanjut, Agustina menyoroti pentingnya akses air bersih, sanitasi, dan transportasi publik yang ramah lingkungan.
"Pemenuhan infrastruktur dasar seperti air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, dan layanan transportasi publik ramah lingkungan akan terus kita dorong," lanjutnya.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin generasi muda punya ruang untuk berkreativitas. Layanan pendidikan dan kesehatan juga harus makin merata,” jelasnya.
Untuk meningkatkan UMKM, Agustina akan merevitalisasi pasar tradisional menjadi modern.
"Kita akan terus dorong pengembangan UMKM, revitalisasi pasar tradisional menjadi modern, dan memajukan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif," ujar Agustina.
Agustina menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. “Peningkatan tata kelola pemerintahan yang responsif dan berbasis riset serta partisipasi publik adalah syarat utama agar pembangunan bisa tepat sasaran,” katanya.
Musrenbang RKPD tahun 2026 ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dari Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, hingga perwakilan warga dari seluruh kecamatan. Dalam pidatonya, Agustina menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan.
"Kota Semarang ini bukan milik segelintir orang. Ini milik seluruh rakyat Kota Semarang. Makin banyak pihak terlibat, makin baik arah kebijakan kita," ujar Agustina, menanggapi pentingnya partisipasi warga.
Ia juga mengajak masyarakat tak segan memberi kritik maupun masukan. "Kritik dan ide-ide segar dari masyarakat sangat memperkaya substansi dokumen perencanaan, sebagaimana terbukti dalam forum RPJMD sebelumnya," tambahnya.
Dana Rp25 Juta per RT Mulai Agustus 2025: Pemerataan dari Akar Rumput
Di akhir pidatonya, Agustina mengungkapkan program strategis terbaru: bantuan dana Rp25 juta per RT per tahun, yang akan mulai direalisasikan pada Agustus 2025.
"Saya yakin program ini akan membantu percepatan pembangunan dari tingkat paling bawah. Tapi semua harus transparan. Proses penganggaran dan penggunaannya harus bisa diawasi bersama," tegas Agustina.
Pemerintah kota akan menyiapkan panduan teknis dan akses informasi agar dana ini tepat sasaran dan tidak dimonopoli oleh oknum. "Kita akan pastikan penggunaan dana ini sesuai regulasi, dan ada rembug RT untuk menentukan prioritas," pungkasnya.