SALATIGA — Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menegaskan masa 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode emas sekaligus masa paling krusial dalam proses tumbuh kembang anak.
Hal ini disalahin Nina Agustin membuka kegiatan Internalisasi Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang dikemas dalam Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT).
Kegiatan dipusatkan di Ruang Kaloka, Sekretariat Daerah Kota Salatiga itu diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Pemerintah Kota Salatiga.
Disampaikan Nina, dimulai sejak kehamilan hingga usia dua tahun masa ini menjadi fondasi pembentukan otak, fisik, dan karakter anak.
"Oleh karena itu, pengasuhan yang tepat pada masa ini sangat berperan penting dalam mencegah stunting dan membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan," ungkapnya, kemarin.
Ia juga mengapresiasi pendekatan yang digunakan BKKBN. Dimana, BKKBN mengajak orang tua untuk belajar bersama dalam suasana yang mendukung melalui Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT).
Menurut dia, Program KERABAT menjadi ruang belajar bagi para orang tua untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pola asuh yang sehat, komunikasi dalam keluarga, pemenuhan gizi anak, serta stimulasi tumbuh kembang sesuai tahapan usia.
"Melalui kegiatan ini kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan keluarga dan pengasuhan anak," imbuhnya.
Dalam kegiatan ini pula, diperkenalkan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai model pengasuhan kolaboratif yang melibatkan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar dalam menciptakan ruang asuh yang ramah anak, penuh kasih sayang, dan edukatif.
Kehadiran lingkungan yang suportif menjadi faktor penting dalam memastikan anak tumbuh dalam kondisi sehat, bahagia, dan terlindungi.
"Kegiatan internalisasi ini mengajak semua pihak untuk lebih sadar bahwa pengasuhan yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia," imbuhnya.