SEMARANG — Relawan Gabungan Semarang menggelar aksi sosial berupa pengecoran jalan berlubang di ruas Jalan Suratmo, Semarang Barat. Langkah ini diambil setelah maraknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam sepekan terakhir di lokasi tersebut.
Perbaikan darurat yang dilakukan pada Jumat 3 Oktober 2025 malam di dua titik rawan, yakni Jalan Suratmo Raya (depan Futsal Arena) serta persimpangan Jalan Suratmo hingga Abdul Rahman Saleh (dekat Bank BNI).
Aksi ini beredar dimedia sosial dan ramai menjadi perbincangan warganet, lantaran penambalan lubang jalan dilakukan asal-asalan. Dalam video terlihat sejumlah orang dengan mudah mengelupas lapisan tambalan jalan dan menggantinya dengan cor.
Koordinator aksi, Peyok dari Info Taruna Semarang, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari inisiatif spontan para relawan yang kerap menangani korban kecelakaan akibat jalan berlubang di kawasan itu.
“Dalam seminggu terakhir, tercatat tiga kali kecelakaan karena jalan rusak di sana. Warga pun banyak yang melaporkan kepada kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 4 Oktober 2025.
Meski belum ada korban meninggal dunia, kondisi jalan dinilai berpotensi menimbulkan tragedi lebih besar bila tidak segera diperbaiki. Karena itu, relawan bergotong royong menutup lubang jalan menggunakan semen, pasir, serta peralatan sederhana dari hasil donasi.
“Semua material berasal dari sumbangan relawan gabungan, ada yang menyumbang pasir, semen, tenaga, maupun uang. Kami langsung gunakan untuk perbaikan darurat,” tambahnya.
Relawan juga menyayangkan belum adanya perbaikan permanen dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU), meski kondisi jalan sudah lama dilaporkan melalui media sosial dan koordinasi dengan pihak kecamatan.
“Di sana bahkan sudah dipasang water barrier oleh PU, tetapi tidak segera ditindaklanjuti. Kondisi tanah lempung di bawah aspal membuat jalan cepat rusak,” jelas Peyok.
Ia menilai tambal sulam sebelumnya dilakukan asal-asalan karena aspal mudah mengelupas dan tidak merekat kuat. Relawan berharap Pemkot Semarang segera melakukan perbaikan menyeluruh demi keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Sebagai catatan, Relawan Gabungan Semarang juga pernah menggelar aksi serupa pada 8 Februari 2025 lalu dengan memberi tanda pilok pada jalan berlubang di berbagai titik kota.
"Aksi itu dilakukan saat musim hujan lebat yang menyebabkan banyak jalan berlubang dan meningkatnya angka kecelakaan," tambahnya.