Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Usai Pelatihan Salon, Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang Tampil Percaya Diri Lewat Fashion Show

UNJUK GIGI - 20 warga binaan Lapas Perempuan Semarang mengikuti fashion show usai pelatihan salon selama12 hari. (ist.)

SEMARANG — Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang berlenggak-lenggok diatas karpet merah pada peragaan busana. Derai tepuk tangan gemuruh di aula ketika para warga binaan melangkah mantap di atas panggung sederhana.


Sebanyak 20 warga binaa memamerkan hasil karya tatanan rambut dan nail art yang merupakan rangkaian penutupan Pelatihan Salon Kecantikan Rambut dan Kuku yang telah mereka jalani selama 12 hari.


Pelatihan yang bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Widya memberikan sertifikat keterampilan resmi yang diharapkan menjadi bekal penting ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, agar mampu berdikari dengan membuka usaha salon atau bekerja di bidang kecantikan.


Kepala Lapas Perempuan Semarang, Ade Agustina, dalam sambutannya menegaskan bahwa program pembinaan ini tidak sekadar memberikan keahlian teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri.


"Kami berharap keterampilan yang sudah diperoleh ini bisa menjadi modal berharga bagi warga binaan. Kecantikan tidak hanya sebatas penampilan, tetapi juga tentang kepercayaan diri dan peluang usaha di masa depan," ujar Ade, Kamis, 11 September 2025.


Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta. Mereka merasa terbantu karena selama ini belum pernah bersentuhan dengan dunia tata rambut maupun nail art.


Penutupan pelatihan semakin semarak dengan fashion show karya warga binaan. Para peserta tampil anggun, menampilkan kreativitas lewat hasil tatanan rambut modern hingga hiasan kuku berwarna cerah. Aura kebanggaan terpancar jelas dari wajah mereka, seolah menunjukkan bahwa keterampilan yang baru diperoleh bisa membuka lembaran hidup baru.

Salah satu peserta mengungkapkan perasaan harunya setelah mengikuti kegiatan ini.


"Awalnya saya sama sekali tidak tahu tentang tata rambut dan nail art, tapi sekarang saya bisa mempraktikkannya. Saya berharap setelah bebas nanti bisa membuka usaha kecil-kecilan di bidang kecantikan. Terima kasih kepada Lapas dan LPK Widya yang sudah memberi kesempatan luar biasa ini," ucapnya dengan mata berbinar.


Program pelatihan keterampilan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang rutin dilakukan di Lapas Perempuan Semarang. Tujuannya jelas guna mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas, tidak hanya dengan semangat baru tetapi juga dengan bekal keahlian yang bisa menunjang ekonomi mereka.


"Kerja sama dengan lembaga pelatihan profesional seperti LPK Widya juga menjadi kunci keberhasilan program. Materi yang diberikan mencakup dasar tata rambut, pewarnaan, perawatan, hingga nail art, sehingga peserta benar-benar mendapatkan ilmu yang aplikatif sesuai kebutuhan dunia kerja," tambah Ade.


Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini memberi ruang bagi warga binaan untuk merasakan kembali makna penghargaan diri. Saat mereka berjalan di atas panggung fashion show, sorak-sorai rekan sesama binaan menjadi bukti nyata bahwa semangat perubahan selalu bisa tumbuh, bahkan di balik tembok penjara.


Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang berharap program semacam ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan dengan keterampilan lain, sehingga semakin banyak warga binaan yang mampu mandiri setelah bebas.


"Dengan adanya sertifikat resmi, keterampilan nyata, serta pengalaman berharga, para warga binaan kini memiliki modal sosial dan ekonomi yang dapat mengubah masa depan mereka," terangnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube