Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Uji Kompetensi Tari, 208 Siswa Sobokartti Tampilkan 24 Tarian Tradisi dan Klasik

Para peserta mengikuti uji kompetensi tari dari perkumpulan Seni Budaya Sobokartti

SEMARANG — Dalam rangka memperingati 105 tahun berdirinya, Perkumpulan Seni Budaya Sobokartti kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Tari 2025, yang akan digelar selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 28–29 Juni 2025, mulai pukul 09.00 WIB di Gedung Sobokartti, Kota Semarang.


Acara ini diikuti oleh 208 siswa dari berbagai jenjang usia dan terbagi ke dalam 61 kelompok, yang akan menampilkan 24 jenis tarian tradisional dan klasik di hadapan para penguji berkompeten.


"Alhamdulillah, tahun ini Sobokartti kembali mengadakan uji kompetensi tari sebagai agenda tahunan. Ini bukan hanya bentuk evaluasi, tapi juga cara kami memberi ruang untuk para siswa menampilkan hasil latihan dan mengasah mental panggung," ujar Darmadi, Ketua Panitia Uji Kompetensi Siswa Sanggar Tari Sobokartti, Minggu 29 Juni 2025.


Ia menjelaskan pada hari pertama, Sabtu 28 Juni 2025 uji kompetensi akan difokuskan pada kelas anak-anak, mulai dari kelas B (lulusan A-2) hingga A-2 (lulusan dasar A-1). 


"Kemarin, tarian difokuskan ke anak-anak, mereka akan membawakan tari kreasi tradisi seperti Tari Kepyar, Tari Soyong, Tari Rumyang, Tari Warak, Tari Lilin, hingga Tari Merak," terangnya.


Lebih lanjut pada hari ini giliran kelas remaja dan dewasa yang akan diuji, dengan materi untuk kelas remaja mencakup tarian kreasi dan tradisional, sedangkan kelas dewasa akan menyajikan tarian klasik Jawa seperti Tari Srikandi Mustakaweni, Gambyong Pangkur, Gunungsari, hingga Tari Endah.

Untuk menjaga kualitas penilaian, Sobokartti menghadirkan para penguji dari berbagai latar belakang seperti Haryadi Dwi Prasetya, perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Paminto salah satu pegiat seni dan pelatih tari dewasa di Sobokartti, Endik Guntaris Dosen Seni Tari dari Universitas Negeri Jakarta dan RT. Haryodiningrat Dona Dhian salah satu perwakilan dari Kasunanan Surakarta.


"Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama dalam seni tari Jawa, yaitu Wiraga (gerak tubuh), Wirama (irama), dan Wirasa (penghayatan rasa)," jelas Darmadi.


Uji kompetensi tahun ini mengusung tema “Marsudi Ing Reh Budaya, Karana Budaya Dadya Ukuraning Jiwa Jawi”, yang bermakna ajakan untuk terus melestarikan budaya sebagai cermin kualitas jiwa masyarakat Jawa.


"Harapan kami, para siswa semakin termotivasi dan generasi muda di Kota Semarang lebih mencintai serta menjaga budaya negeri sendiri," imbuh Darmadi.


Dengan semangat pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda, Uji Kompetensi Tari Sobokartti 2025 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan seni tari masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat urban seperti Kota Semarang.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube