Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Timsus Ketua Dewan Ekonomi Nasional Tinjau Pelaksanaan MBG di Demak

Timsus Ketua Dewan Ekonomi Nasional melakukan pelaksanaan MBG di Demak

DEMAK — Sebagai upaya pengawasan terhadap program prioritas nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden RI, Tim Khusus dari Dewan Ekonomi Nasional yang diwakili oleh Letkol Constantinus Rusmanto,melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa – Rabu, 22-23 Juli 2025.


“Karena ini program langsung dari pemerintah dan menjadi prioritas dari Bapak Presiden, kita ingin sama-sama mensukseskan. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama,” ujar Rusmanto saat meninjau di SMP N2 Demak.


Ia menyebut program tersebut memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat. Oleh sebab itu, monitoring dan kontrol baik dari pemerintah maupun publik sangat diperlukan.


Menurutnya, kalau ada masukan, bisa langsung disampaikan ke Kepala Dapur, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), maupun Satuan Pelayanan Pembangunan Gizi (SPPG). Hingga pertengahan Juli 2025, jumlah dapur MBG secara nasional tercatat mencapai lebih dari 2.000 unit, dengan penerima manfaat mencapai sekitar 6–7 juta siswa.


“Targetnya, hingga akhir tahun jumlah dapur bisa meningkat hingga 30 ribu, tergantung kesiapan para mitra, baik dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun yang mandiri,” ucapnya.

“Program ini masih dalam tahap awal, jadi kalau ada daerah yang belum menerima manfaat, harapannya bisa segera dibangun dapur oleh para mitra,” kata Rusmanto.


Sementara itu, pengelola Dapur MBG Bintoro 1, Edi Sayudi, turut menjelaskan proses pelaksanaan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa program makanan bergizi ini sangat bermanfaat, meski masih ada tantangan, terutama dalam hal kesiapan murid menerima menu yang sudah disusun oleh ahli gizi.


 “Kami jaga betul kebersihan dan sterilisasi makanan. Kendalanya bukan di bahan baku, tapi pada proses produksi yang dilakukan tengah malam. Tenaga kerja kami mayoritas ibu-ibu, dengan sistem tiga shift dari sore hingga subuh,” ujar Edi.


Dapur MBG yang dikelolanya saat ini melayani sekitar 8.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan ke depannya.


Dalam kunjungan tersebut, tim juga didampingi oleh Dandim, Sekda, dan para kepala sekolah. Mereka bersama-sama memantau distribusi makanan dan kondisi kelas. Rusmanto menyebutkan bahwa secara umum pelaksanaan sudah berjalan baik, namun tetap perlu ditingkatkan.


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube