SALATIGA — Kuasa Hukum Korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) Aris Carmadi mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada 10 orang anggota BLN yang meninggal diduga akibat stress karena yang tak kunjung kembali.
"Sampai saat ini ada 10 orang (anggota Koperasi BLN) yang meninggal dunia," ungkap Aris Carmadi, Senin 4 Agustus 2025.
Yang terbaru, seorang pria terkonfirmasi meninggal dunia pada tanggal 31 Juli 2025 bernama Dwi Agus Priyanto.
Informasi meninggalnya Dwi Agus Priyanto, setelah kabar duka menyebar melalui pesan berantai Whatsapp (WA).
*Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Telah berpulang ke rahmatullah salah satu rekan kita/ keluarga di grup ini, yaitu : _pak dwi agus priyanto_ @Pengguna tak dikenal, kemarin [31-07-2025]. Semoga almarhum diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Mari kita doakan bersama.*
Demikian bunyi kabar meninggalnya anggota Koperasi BLN pada akhir Juli 2025, lalu. Informasi ini telah menyebar ke berbagai platform media sosial.
Aris Carmadi menerangkan, semua korban saat ini nunggu janji pengurus BLN untuk melaksanaan Rapat Anggaran Tahunan (RAT).
"RAT yang dijanjikan pihak pengurus BLN yang berkantor pusat di Kawasan Blotongan, Kota Salatiga tidak kunjung terlaksana," ujarnya.