UNGARAN — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) Sengkuyung Tahap IV tahun 2025 di Kabupaten Semarang difokuskan pembangunan betonisasi sepanjang 670 meter.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang membuka kegiatan, menyebutkan jalan yang dibangun di Desa Polosiri Bawen nantinya akan mempermudah warga menjual hasil panen ke luar desa.
"Diharapkan, adanya perbaikan jalan di Bawen ini kendaraan roda empat bisa masuk," kata Ngesti Nugraha.
Sebelumnya, pembukaan ditandai pemukulan gong dan penyerahan peralatan kerja oleh Bupati. Turut
menyaksikan Wabup Nur Arifah , Perwakilan Forkompinda, anggota DPRD Isroatun, Ketua TP PKK Peni Ngesti Nugraha dan undangan lainnya
Kepala Desa Polosiri, Nurgiyanto menjelaskan
Disampaikan Ngesti Nugraha, selama ini jalan di Desa Polosiri Bawen banyak dilewati ara petani yang membawa hasil komoditi pertanian.
"Selama ini warga menjual komoditas unggulan seperti durian, alpokat, dan petai harus melewati jalan becek dan licin," ujarnya.
Disebutkannya, para petani harus berjibaku agar tidak jatuh tergelincir. Jalan rabat beton itu akan memudahkan transportasi hasil bumi ke Ambarawa atau kecamatan sekitarnya.
Sehingga, dengan program betonisasi akan mendukung pengembangan agro wisata edukasi yang sudah dirintis Pemdes Polosiri.
Bupati Ngesti Nugraha saat Mengingatkan kembali urgensi TMMD untuk membantu percepatan pembangunan di pedesaan. Sehingga, menurutnya, kesejahteraan warga juga dapat meningkat.
Sementara, Perwira seksi teritorial Kodim 0714 Kapten CZi Sujadi melaporkan program TMMD dk Kabupaten Semarang dengan sasaran fisik dan non fisik.
"Total dana yang disediakan sebesar Rp 430.115.000," sebut Kapten CZi Sujadi.
Program TMMD di Kabupaten Semarang yang akan berlangsung setiap bulan sampai 6 November 2025, disebutkannya akan melibatkan anggota TNI, Polri, Pemkab Semarang dan masyarakat.