SEMARANG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang bekerja sama dengan pihak hotel agar produk-produk unggulan bisa dipamerkan langsung di area strategis.
Sebagai langkah awal, Dekranasda menggandeng Hotel Front One HK Semarang. Di lobi hotel, tamu bisa langsung melihat beragam produk UMKM, mulai dari makanan khas, minuman, sampai kerajinan tangan seperti batik, tas, hingga kain-kain unik.
Ketua Harian Dekranasda Kota Semarang, Syanaz Nadya Winanto Putri mengatakan langkah ini sebagai pintu pembuka kita agar bisa memperkenalkan produk UMKM Semarang kepada wisatawan yang berkunjung di hotel. Diharapkan sejumlah hotel bisa mengikuti langkah ini seperti Front One HK.
"Pilot project ini kami mulai di Hotel Front One HK. Mereka memberi ruang khusus di lobi untuk UMKM binaan kami agar bisa display produk sekaligus dijual," jelasnya kepada Diswayjateng.com, Kamis, 25 September 2025.
Menurutnya, langkah ini sangat membantu pelaku usaha kecil agar bisa memperluas pasar. Pasalnya, hotel menjadi titik strategis yang dikunjungi tamu dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
"Minimal, produk khas Semarang bisa lebih dikenal. Tamu hotel bisa lihat langsung, beli, bahkan bawa pulang sebagai oleh-oleh," tambah Syanaz yang hadir bersama Ketua KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardhika.
Produk yang ditampilkan pun bukan sembarangan. Semuanya sudah melalui proses kurasi. Beberapa yang menarik perhatian antara lain kukis asem khas Semarang, bandeng tanpa pengawet dengan daya simpan 6–7 bulan, hingga batik dengan sentuhan teknik ecoprint.
Saat ini ada sekitar 25 UMKM yang ikut serta, dengan produk beragam mulai kuliner, minuman, fashion, hingga kerajinan tangan. Syanaz berharap, ke depan makin banyak hotel di Semarang yang mau ikut memberi ruang bagi UMKM lokal.
"Semarang sebenarnya punya banyak produk bagus. Jadi kalau hotel lain ikut terlibat, tentu dampaknya lebih luas untuk ekonomi kreatif," ujarnya.
Sementara itu, General Manager Hotel Front One HK Semarang, Doni Avianto, menegaskan dukungannya untuk UMKM. Menurutnya, lobi hotel adalah tempat yang tepat karena sebagian besar tamu datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan berbagai kota lain.
"Banyak tamu sering bingung cari oleh-oleh khas Semarang. Nah, dengan adanya display UMKM di hotel, mereka bisa langsung belanja tanpa harus keluar jauh-jauh," kata Doni.
Dengan cara ini, produk UMKM Semarang tidak hanya lebih mudah dijangkau, tapi juga punya peluang lebih besar dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.