Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Sesar Aktif di Semarang, Wali Kota Agustina Siapkan Teknologi Paku Bumi Antisipasi Pergeseran Tanah

Wali Kota Semarang Agustina menyampaikan dengan temuan sesar aktif di Kota Semarang oleh BRIN akan dilakukan pemasangan paku bumi untuk mengantisipasi pergeseran tanah. (Ilustrasi Ai)

SEMARANG — Temuan sesar aktif di Kota Semarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Wali Kota Semarang, Agustina, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan teknologi solder pile atau yang dikenal sebagai paku bumi untuk mengantisipasi potensi pergeseran tanah akibat aktivitas sesar.


Agustina menjelaskan, informasi terkait keberadaan sesar aktif ini sebelumnya diungkap oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Menurutnya, keberadaan sesar aktif harus segera direspons dengan langkah nyata agar tidak menimbulkan dampak besar terhadap infrastruktur dan tata kota.


"Sesar aktif di Kota Semarang itu kan ditemukan oleh BRIN. Kalau dibiarkan, tanah bisa terus bergeser. Maka, teknologi paku bumi ini bisa jadi solusi. Saya memang bukan ahli teknik, saya sarjana sastra, tapi sudah ada buktinya di lapangan," ujar Agustina, Selasa 19 Agustus 2025.


Agustina menuturkan, teknologi solder pile sudah pernah digunakan sebelumnya di kawasan Lapangan Golf Gombel, Semarang.


Meski berada di wilayah rawan pergeseran tanah, kawasan tersebut terbukti aman dan tidak mengalami kerusakan signifikan setelah penerapan teknologi itu.


"Lapangan golf Gombel itu dulu juga patahan, tapi setelah dilakukan treatment dengan paku bumi, kondisinya stabil. Itu membuktikan teknologi ini bisa bekerja dengan baik," katanya.


Penerapan teknologi tersebut, menurut Agustina, akan melibatkan investor sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya membebani pemerintah.


Wali kota juga mengungkap bahwa pergeseran tanah tidak hanya terjadi di satu titik. Beberapa kawasan lain seperti Gunungpati, Gedawang, hingga area Taman Makam Pahlawan (TMP) Semarang juga menunjukkan tanda-tanda retakan.

"Di TMP Pahlawan itu kan di tengah kota, tiba-tiba muncul retakan. Ini yang harus kita perhatikan serius. Karena kalau perut bumi terganggu, tentu bisa berdampak pada tata ruang kota," jelasnya.


Ia menambahkan, kondisi ini bisa menjadi peringatan agar tata kota Semarang tidak berjalan dengan pola business as usual.


Pemerintah perlu kreatif dan melibatkan banyak pihak, terutama para ahli geologi dan teknik sipil, untuk mengantisipasi dampak sesar aktif.


Selain faktor sesar, Agustina juga menyinggung adanya penurunan muka tanah akibat penggunaan sumur air bawah tanah (ABT). Menurutnya, aktivitas pengambilan air tanah yang berlebihan berpotensi memperburuk kondisi geologi Kota Semarang.


"Setiap tahun daratan kita turun beberapa sentimeter. Jadi, selain sesar, penggunaan sumur dalam juga harus dikendalikan. Kalau tidak, risikonya makin besar," tegasnya.


Agustina menegaskan, Pemkot Semarang tidak akan gegabah dalam menangani permasalahan ini. Pihaknya akan melibatkan para ahli geologi dan teknik sipil untuk memastikan langkah penanganan sesuai kebutuhan lapangan.


"Kami akan memanggil ahli untuk cek kondisi sesar dan retakan ini. Karena ini menyangkut perut bumi, tidak semua orang bisa lihat. Hanya ahli yang bisa memberikan solusi tepat," ungkapnya.


Temuan sesar aktif ini, kata Agustina, menjadi peringatan dini bagi Kota Semarang untuk lebih serius memperhatikan kondisi geologi.


"Ini tanda bahaya. Artinya kita tidak bisa lagi jalan biasa-biasa saja. Kita harus lebih kreatif dan bekerja bersama, karena masalah ini tidak bisa ditangani sendirian," tutupnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube