Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Semarang Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar dari PAUD hingga SMA

KESEHATAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk 300 ribu pelajar dari PAUD hingga SMA. (ist.)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar, mulai dari PAUD hingga SMA. 


Melalui program bertajuk Cek Kesehatan Gratis (CKG), seluruh siswa akan mendapat layanan cek kesehatan langsung di sekolah masing-masing oleh tim medis dari Puskesmas.


Peluncuran program CKG oleh Wali Kota Semarang, Agustina, bertepatan dengan kegiatan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar (PITERPAN) di SMP Negeri 26 Semarang. 


Ia menyampaikan, program ini merupakan bagian dari dukungan Pemkot terhadap program kesehatan nasional yang menyasar seluruh kelompok usia.


"Anak-anak kita berhak mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh, tanpa terkecuali. Harapannya, kegiatan ini bisa diterapkan di semua jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK," ujarnya, Selasa 22 Juli 2025. 


Program CKG bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini, mencegah penyebaran penyakit, serta mendeteksi risiko kesehatan pada anak-anak sedini mungkin.

Target 300 Ribu Pelajar, Pemeriksaan Meliputi 13–15 Jenis Kesehatan


Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, menyampaikan bahwa program ini akan menyasar sekitar 300 ribu siswa. 


Pemeriksaan akan disesuaikan dengan jenjang usia, mencakup 13 hingga 15 indikator kesehatan, seperti status gizi, pemeriksaan anemia (khusus remaja putri), pemeriksaan telinga, mata, dan gigi, kesehatan jiwa, fungsi hati (Hepatitis B dan C), kesehatan reproduksi, imunisasi HPV untuk siswi kelas 9, tekanan darah, tinggi dan berat badan dan fungsi jantung dan paru. 


Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, siswa akan dirujuk untuk mendapatkan penanganan lanjut oleh Puskesmas setempat.


Program ini melibatkan 39 Puskesmas di Kota Semarang serta didukung berbagai lembaga, antara lain Fakultas Kedokteran dan Keperawatan UNDIP, Poltekkes Semarang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), BPJS Kesehatan, PKBI, Dinas Kesehatan, Disdalduk KB, Kemenag Kota Semarang, dan Sahabat Bina Hidup Sehat (SBH).


Kegiatan perdana ini juga dimeriahkan dengan senam sehat, kelas edukasi kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ratusan siswa SMPN 26 Semarang.