SALATIGA — PKK memiliki peran strategis menjadi duta promosi di media sosial (medsos), sekaligus inisiator edukasi budaya, dan penggerak munculnya ‘Gerakan Keluarga Cinta Museum’.
Hal ini menjadi poin penting disampaikan Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, dalam Pelatihan Permuseuman Abhirama Museum & Warisan Budaya, Selasa 21 Oktober 2025.
Berlangsung di Ruang Teater Bung Karno, kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan.
Lebih jauh Retno yang didapuk sebagai narasumber, mengupas makna "Abhirama" dari bahasa Sanskerta yang berarti keindahan, keluhuran, dan keserasian budaya Indonesia.
"Museum adalah rumah ingatan bangsa. Sehingga, PKK memiliki peran strategis untuk menjadi duta promosi di media sosial, inisiator edukasi budaya, dan penggerak munculnya ‘Gerakan Keluarga Cinta Museum’," ujar Retno.
Ia menambahkan bahwa melalui berbagai program PKK, para ibu turut melestarikan kearifan lokal seperti batik, kuliner, dan kerajinan tradisional, sehingga nilai-nilai budaya dapat diwariskan secara berkelanjutan.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, Henni Mulyani, melaporkan bahwa kegiatan
Pelatihan Permuseuman Abhirama Museum & Warisan Budaya, diadakan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM permuseuman.
Pelatihan ini juga menurutnya, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Museum Nasional 12 Oktober 2025.
Dimana, materi yang disajikan mencakup motivasi pelestarian, public speaking dan teknik komunikasi efektif, publikasi museum, serta peran masyarakat dalam pelestarian tradisi.
"Mengusung nama “Abhirama” dari bahasa Sansekerta yang berarti keselarasan, keserasian, dan berkesinambungan, pelatihan ini bertujuan mewujudkan keserasian antara sejarah, warisan budaya, dan museum dengan kemajuan peradaban modern," paparnya.
Henny bedharap, melalui pelatihan ini mampu melahirkan generasi pengelola museum yang kreatif dan komunikatif, menjadikan museum bukan sekadar arsip, tetapi sumber pengetahuan dan kebanggaan kolektif masyarakat Salatiga.