SEMARANG — Siapa sangka acara selamatan yang sejatinya digelar untuk mengenang satu tahun wafatnya seorang warga, justru berujung musibah. Puluhan tamu undangan dan warga sekitar mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan yang dibagikan tuan rumah di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada Jumat 12 September 2025 sore
Kabar keracunan ini cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Salah satunya setelah akun Instagram @infokejadiansemarang.new mengunggah video warga yang tengah mendapat perawatan medis.
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan insiden bermula saat tuan rumah acara selamatan membagikan nasi berkat dengan lauk sambal goreng ati, daging, dan acar.
Awalnya, semua berjalan lancar hingga malam. Namun beberapa jam setelah menyantap makanan, sejumlah warga mulai mengeluh pusing dan mual.
“Gejala semakin parah pada keesokan harinya. Sebagian korban akhirnya dilarikan ke RSUD Wongsonegoro untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Rismanto, Sabtu 13 Septembet 2025.
Berdasarkan data kepolisian, 21 warga sempat menjalani perawatan, dengan empat orang masih dalam observasi dokter. Sementara itu, 17 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Pihak kepolisian bersama Puskesmas setempat langsung bergerak cepat. Tim kesehatan mengambil sampel makanan yang dikonsumsi warga untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (LPK).
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Dugaan sementara, makanan dimasak secara mandiri oleh pihak keluarga untuk kebutuhan selamatan,” tambah Rismanto.
Ketua RT setempat, Muhammad Handoyo, mengungkapkan total sekitar 35 warga mengalami gejala yang sama, mulai dari diare, pusing, hingga muntah.
“Ambulans Hebat bersama tim medis datang ke lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Dugaan sementara keracunan berasal dari menu sambal goreng ati,” katanya.
Meski banyak korban berjatuhan, Handoyo menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kami berharap hasil laboratorium segera keluar agar penyebab pasti bisa diketahui,” ujarnya.