Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Misi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian Gandeng Kadin Jateng lewat Tabungan Emas

MOU - Pemimpin Pegadaian Kanwil XI Semarang Edy Purwanto (kanan) bersama Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro menjalin MoU untuk mengemaskan Indonesia. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XI Semarang menjalin kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah dalam rangka mendukung misi nasional "Mengemaskan Indonesia". 


Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan produk tabungan emas bagi anggota Kadin serta para pelaku usaha di Jawa Tengah.


Penandatanganan MoU yang dihadiri puluhan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jateng diselenggarakan di The gade coffee & gold Semarang.


Pemimpin Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto menyampaikan Lewat kerja sama ini, PT Pegadaian membuka akses investasi emas tidak hanya bagi individu, tetapi juga badan usaha untuk mengamankan aset, memberikan reward karyawan, hingga menabungkan emas atas nama perusahaan.


"Artinya mereka mempercayakan produk kita, terutama tabungan emas, untuk karyawan maupun badan usaha. Tabungan emas ini bisa dijadikan sarana investasi sekaligus mengamankan aset perusahaan dalam bentuk emas,” ujar Edy, Jumat 12 September 2025.


Menurut Edy, kerja sama dengan Kadin Jateng menjadi langkah awal Pegadaian dalam membangun kemitraan strategis dengan asosiasi pengusaha. Produk tabungan emas tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga bentuk reward dan jaminan kesejahteraan bagi karyawan.


"Kadin adalah salah satu mitra utama yang kami gandeng. Harapannya sinergi antara Pegadaian Jawa Tengah dengan Kadin bisa diperluas, bahkan menjadi cikal bakal program kolaborasi secara nasional," jelas Edy.


Ia menambahkan, Pegadaian Kanwil XI Semarang memiliki sekitar 2.600 karyawan di Jawa Tengah. Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin mendorong produktivitas, memperluas manfaat, sekaligus menjalankan amanah pemerintah untuk membantu pembangunan ekonomi, terutama sektor usaha kecil dan menengah.

"Pegadaian membawa misi memberikan kemanfaatan seluas-luasnya bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, kami ingin jangkauan manfaat semakin luas dan cepat dirasakan,” imbuhnya.


Program tabungan emas sendiri merupakan bagian dari misi besar Pegadaian untuk "Mengemaskan Indonesia". Lewat inovasi produk dan kemitraan strategis, Pegadaian ingin menghadirkan instrumen investasi yang mudah diakses, aman, dan menguntungkan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia usaha.


"Kolaborasi ini menjadi langkah nyata bagaimana Pegadaian dan Kadin Jateng berperan aktif dalam membangun ekonomi yang inklusif. Harapannya, ke depan kerja sama ini bisa direplikasi secara nasional," pungkas Edy.


Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menilai kerja sama ini sangat relevan, mengingat emas masih menjadi instrumen investasi yang stabil dan aman. Apalagi harga emas yang terus naik menjadikan tabungan emas semakin diminati.


"Emas saat ini lagi naik terus harganya. Tentunya, lewat Pegadaian, pelaku usaha bisa membeli emas dengan harga kompetitif. Stoknya juga terjamin, sampai ratusan ton. Ini membuat investasi emas melalui Pegadaian menjadi pilihan yang aman dan menguntungkan," ujar Harry.


Ia menambahkan, anggota Kadin yang tersebar di berbagai asosiasi memiliki jumlah signifikan, mencapai 1.000 hingga 2.000 anggota dari beragam bidang usaha di Jawa Tengah. Dengan demikian, kerja sama ini berpotensi memperluas ekosistem investasi emas di kalangan pelaku usaha.


Selain tabungan emas, Pegadaian juga menawarkan berbagai produk keuangan lain yang mendukung kebutuhan likuiditas pelaku usaha. Salah satunya adalah pembiayaan berbasis invoice, di mana pelaku usaha dapat mencairkan dana lebih cepat tanpa harus menunggu pembayaran jatuh tempo.


"Banyak program yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha, seperti invoice financing. Misalnya, meski pembayaran baru diterima satu minggu atau dua minggu, Pegadaian bisa langsung menalangi dengan jaminan invoice. Inilah bentuk solusi tanpa masalah yang bisa membantu kelancaran bisnis," jelas Harry.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube