Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Puluhan Siswa SD di Ungaran Diduga Keracunan MBG, Dugaan Awal dari Puding Basi

PERAWATAN : Puluhan siswa SDN 01 Ungaran Kabupaten Semarang mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG di sekolah langsung menjalankan perawatan medis. Foto ; Erna Yunus Basri

UNGARAN — Puluhan siswa SDN 01 Ungaran, Kabupaten Semarang, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah. 


Dan hingga Kamis 2 Oktober 2025 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang hingga kini masih melakukan penyelidikan dan telah mengambil sampel. Sehingga belum dapat menyimpulkan apakah keracunan atau tidak.


Tercatat, terdapat 20 anak mengalami mual diduga mengalami keracunan pada tanggal 30 September 2025 lalu. Dan sebagian besar langsung mendapat perawatan medis.


"Kami langsung memanggil petugas puskesmas untuk penanganan para siswa. Ada dua siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit," kata Kepala Sekolah SD Negeri Ungaran 01, Irmayani. 


Irmayani mengakui, sampel sisa makanan sudah diambil oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan dari Polres Semarang. 


Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayah menduga, gejala itu lebih mengarah ke faktor psikologis ketimbang keracunan makanan.


"Baru diambil sampel, kita belum bisa menyimpulkan itu keracunan atau tidak. Dari 4.000 masakan yang disajikan, hanya 20 siswa yang merasakan gejala, dan itu pun satu kelas. Jadi belum bisa dipastikan dari dapur atau dari mana," ujarnya. 

Ia pun mengungkap baru ada satu dari 28 dapur SPPG yang memiliki SLHS. Namun, pihaknya saat ini telah memperketat soal SLHS. 


"Sehingga seluruh SPPG yang ada harus segera mengurus perizinannya, hal ini dikarenakan total sudah ada 28 SPPG di Kabupaten Semarang, tapi hanya baru satu yang memiliki SLHS,” terang Syaiful.


Dari pengakuan sejumlah siswa mereka mengonsumsi puding tersebut selepas pelajaran olahraga yang diduga telah berbau asam. Tak lama kemudian, mereka mengalami gejala mual dan pusing.


Bahkan ada siswa yang mengalami sesak nafas. MAdanya kasus dugaan keracunan menu MBG harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bumi Serasi itu.






Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube