SALATIGA — Pramuka telah berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Salatiga sebagai Kota tertoleran di tanah air.
"Pramuka mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persaudaraan, dan membangun solidaritas tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun kebudayaan," kata Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat bertindak sebagai inspektur Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025, Selasa 26 Agustus 2025.
Dipusatkan di Bumi Perkemahan Buana Sakti Kota Salatiga, kegiatan ini diikuti peserta didik dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Turut hadir perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pengurus Kwartir Cabang Pramuka Kota Salatiga, dan para guru pembina.
Nina secara khusus menyoroti peran Pramuka dalam mewujudkan Kota Salatiga sebagai kota paling toleran di Indonesia.
"Terima kasih atas dedikasi dan kerja nyata tanpa pamrih kepada masyarakat. Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Pramuka Salatiga atas dedikasi dan kerja nyata mereka," ujarnya.
Nina juga memuji komitmen Gerakan Pramuka Salatiga yang terus aktif mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari pendidikan karakter, penanggulangan bencana, hingga kegiatan keagamaan dan pelestarian lingkungan.
Sejauh ini, lanjut dia, Pramuka telah membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan cinta tanah air.
Hal ini sejalan dengan tema Hari Pramuka tahun ini, "Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa".
"Gerakan Pramuka juga menjadi wadah penting untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air, yang selaras dengan visi dan misi Kota Salatiga yang bergerak secara energis, dinamis, dan adaptif," imbuhnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyematan pin oleh Wakil Wali Kota kepada sejumlah tokoh Pramuka Salatiga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memajukan gerakan Pramuka di Kota Salatiga.