Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Perkuat Mitigasi Banjir di Semarang, Sodetan Unissula Dipercepat

MITIGASI - Pemkot Semarang memperkuat mitigasi banjir lewat optimalisasi sodetan Unissula. (wahyu sulistiyawan/diswayjateng.com)

SEMARANG — Pemkot Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang terus memperkuat mitigasi untuk mengurangi potensi bencana banjir.


Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen pascabanjir yang melanda sejumlah kawasan pada 23 Oktober 2025 hingga 5 November 2025 lalu.


Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada pelaksanaan berbagai strategi jangka pendek dan menengah, terutama di kawasan Kaligawe, yang kerap menjadi titik genangan parah saat musim hujan.


“Beberapa hari ke depan, kami akan mempercepat penguatan sodetan Unissula agar aliran air lebih lancar dan banjir di Kaligawe bisa tertangani dengan baik,” ungkap Endro, Selasa 11 November 2025.


Menurut Endro, terdapat lima fokus utama mitigasi jangka pendek yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan ke depan, yakni dengan

Percepatan dan penguatan sodetan Unissula Kaligawe.


Optimalisasi drainase dan pompa air melalui normalisasi rutin, penambahan pompa berkapasitas besar, serta penyediaan pompa cadangan.


Penguatan sistem peringatan dini banjir (Early Warning System) dengan memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG melalui sirine, SMS blast, dan kanal resmi Pemkot Semarang.

Peningkatan kesiapan logistik tanggap darurat, meliputi ketersediaan sembako, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya.


Penataan wilayah rawan banjir, termasuk penertiban galian liar dan bangunan di bantaran sungai yang menghambat aliran air.


Selain itu, dalam dua pekan ke depan, BPBD juga menargetkan pelaksanaan empat langkah prioritas. Seperti pembersihan sedimentasi saluran, perbaikan infrastruktur dasar (jalan dan drainase), penyiapan posko cepat tanggap di kecamatan terdampak, serta aktivasi tim pemantau cuaca 24 jam.


Endro menambahkan Pemkot Semarang juga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan dan memperkuat sistem pengendalian banjir.


Dukungan itu mencakup penambahan pompa besar dan genset, kelanjutan program Operation and Maintenance Contract (OMC), percepatan pembangunan tanggul laut atau sistem pengendali banjir pesisir, serta alokasi dana tak terduga (BTT) dan dana rehabilitasi-rekonstruksi pascabencana.


Banjir yang melanda akhir Oktober hingga awal November lalu berdampak cukup besar, dengan 63.400 jiwa atau 21.125 KK terdampak di 20 kelurahan, termasuk wilayah Genuksari, Gebanganom, Kaligawe, dan Trimulyo, serta menelan empat korban jiwa.


Endro menyebut, faktor penyebab banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan ekstrem, drainase tersumbat, pasang tinggi air laut, dan hambatan aliran sungai.


“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat agar upaya mitigasi banjir di Semarang semakin optimal,” tutupnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube