DEMAK — Kehadiran Hafizah (penghafal) Al-Qur’an dan ahli Qur’an baru diharapkan terus bermunculan di Jawa Tengah. Peran besar ini bisa dilakukan oleh Organisasi Organisasi Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH).
Harapan ini dilontarkan Pengurus JMQH Pusat, Nawal Arafah Yasin, saat Khotmil Qur’an Bighoib dan Silaturahmi 4 Bulanan JMQH di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
“Khadiran JMQH merupakan salah satu organisasi Al-Qur’an yang di dalamnya adalah para hafizah Al-Qur’an,” ujar Nawal Arafah yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin.
Nawal menjelaskan, keberadaan JMQH ini bukan hanya di Jawa Tengah saja. Namun organisasi ini sudah merambah hingga pelosok Nusantara. Kehadiran JMQH di Jawa Tengah, mampu menumbuhkan tunas atau generasi ahli Qur’an.
Nawal Arafah Yasin
saat Khotmil Qur’an Bighoib dan Silaturahmi 4 Bulanan JMQH di Desa Bungo
Kecamatan Wedung Demak.
Nawal menyebut, organisasi JMQH juga memiliki satu program Buah Al-Qur’an. Yakni mendidik putra-putri atau anak kecil di daerah untuk mengaji Al-Qur’an.
“Mudah-mudahan, ahli Qur’an di Jawa Tengah semakin banyak dan memberikan kontribusi positif bagi gerakan keagamaan di Jawa Tengah,” harap Nawal.
Nawal juga mengajak masyarakat Kabupaten Demak mencintai Al-Qur’an setiap harinya. Meski masalah kehidupan terus berganti, namun hendaknya tidak jauh dari Al-Qur’an.
Sementara itu, Panitia acara JMQH, Luluk Nur Hayati menambahkan, kegiatan dihadiri seribuan hafizah dari 14 kecamatan di Kabupaten Demak.
“Tujuan kegiatan ini mempererat persaudaraan antar anggota JMQ serta untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an,” tukas Luluk.