Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemprov Jateng Dorong Pemanfaatan CNG untuk Dapur MBG dan Rumah Tangga

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meluncurkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) di Dapur Mandiri Marwa
di Griya Sakinah Bandarjo
Ungaran Barat
Kabupaten Semarang
pada Jumat 20 Juni 2025

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui BUMD PT Jateng Petro Energi (JPEN) meluncurkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Peluncuran dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Dapur Mandiri Marwa, salah satu dapur MBG yang terletak di Griya Sakinah Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Jumat 20 Juni 2025


“Saya sebagai gubernur menyampaikan terima kasih atas peluncuran penggunaan CNG ini, karena harganya jauh lebih murah,” kata Luthfi usai meninjau dapur dan peluncuran CNG.


Ia menyebutkan, potensi gas alam di Jawa Tengah cukup besar, seperti yang terdapat di Grobogan, Blora, dan beberapa wilayah lainnya.


Potensi tersebut kini mulai dimanfaatkan melalui inovasi JPEN sebagai pengganti elpiji.


Luthfi mendorong agar penggunaan CNG bisa diperluas tidak hanya di dapur MBG, tetapi juga di rumah tangga, UMKM, dan industri kecil lainnya.


Menurutnya, selain lebih ekonomis, CNG juga termasuk energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.


“Selama ini masyarakat hanya kenal gas melon (elpiji 3 kg). Nanti kita kenalkan yang warnanya berbeda, produksinya dari kita, dan biayanya jauh lebih murah,” ujarnya.


Luthfi menambahkan, biaya instalasi CNG untuk dapur MBG umumnya mencapai Rp20 juta, namun dengan dukungan JPEN, instalasi bisa diberikan secara gratis.


Hingga saat ini, dari target 3.400 dapur MBG, sudah beroperasi sekitar 202 dapur. Jumlah ini terus digenjot melalui koordinasi Satgas MBG Jawa Tengah, dengan menggandeng TNI, Polri, pihak swasta, dan inisiatif masyarakat.

Direktur PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyampaikan bahwa Dapur Mandiri Marwa adalah dapur keempat yang disuplai CNG oleh JPEN.


Tiga dapur lainnya berada di Kabupaten Wonogiri: Dapur Manyaran, Baturetno, dan Purwantoro, dengan total pasokan 4.800 m³ per bulan.


“Mulai Juli nanti, kami akan menyuplai ke 18 dapur MBG tambahan serta ke sektor furnitur. Di luar MBG, kami juga telah melayani hotel, restoran, dan katering (horeka) dengan distribusi sekitar 7.000 m³ di seluruh Jateng,” ungkapnya.


Menurut Dwi, perbedaan utama antara elpiji dan CNG terletak pada sumber bahan baku. Jika elpiji masih 85% bergantung pada impor, CNG justru 100% berasal dari dalam negeri, khususnya dari reservoir gas di Jawa Tengah. Hal ini memperkuat kemandirian energi daerah.


“Kami berkomitmen memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui energi bersih dan terbarukan,” ujarnya.


Sementara itu, pengelola Dapur Mandiri Marwa, Gema Pancawati, mengatakan dapur MBG di Ungaran itu akan mulai beroperasi pada awal tahun ajaran baru, sekitar Agustus 2025.


Dapur ini akan melayani sekitar 3.517 siswa dari lima sekolah, dengan jumlah yang masih bisa berubah mengikuti penerimaan siswa baru.


“Penggunaan CNG sangat menguntungkan, selain lebih murah, instalasinya juga gratis. Kalau pasang sendiri bisa sampai Rp20–25 juta.


Kami juga dipinjami 60 tabung besar oleh JPEN, dan pengisian ulangnya jauh lebih hemat dibandingkan elpiji,” jelasnya.


Dapur Mandiri Marwa merupakan bagian dari jaringan dapur MBG di bawah naungan Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI). Penggunaan CNG juga telah disosialisasikan kepa

da 15 dapur MBG lain di bawah BKNDI.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube