Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Siapkan Generasi Emas Perfilman Lewat Lawang Sewu Short Film Festival 2025

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mendorong generasi emas lewat Workshop dan Mini Lab Film Lawang Sewu 2025. (Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mendorong lahirnya generasi muda kreatif di bidang perfilman melalui kegiatan Workshop dan Mini Lab Lawang Sewu Short Film Festival 2025 yang berlangsung di Hotel Kotta, Kamis (23/10).


Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Lawang Sewu Short Film Festival 2025 yang dijadwalkan digelar pada Desember mendatang.


Acara ini dihadiri oleh Iswar Aminuddin yang mewakili Wali Kota Semarang untuk membuka kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta, yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan komunitas film muda.


“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan sineas-sineas muda di Kota Semarang. Kami ingin anak-anak muda berani berkreasi dan menghasilkan karya yang membanggakan,” ujar Iswar Kamis 23 Oktober 2025.


Ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem kreatif di Semarang agar para pelajar dan komunitas film lokal tidak perlu lagi bergantung pada kota lain untuk produksi film.


Menurutnya, selama ini banyak sineas muda Semarang yang masih harus menyewa fasilitas produksi di luar daerah, seperti Yogyakarta.


“Anak-anak Semarang kalau mau bikin film sering masih ke Jogja untuk sewa alat atau studio. Padahal Semarang punya potensi besar. Lewat kegiatan seperti ini, kita ingin membuktikan bahwa Semarang bisa jadi rumah bagi karya film berkualitas,” tegas Iswar.


Selain itu, Iswar juga menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan industri seni dan ekonomi kreatif. Ia mencontohkan bagaimana seniman dan musisi dari Yogyakarta mampu bangkit kembali berkat pembaruan ide dan teknologi dalam penampilan mereka.

“Saya lihat contoh dari musisi seperti Sheila On 7 yang berhasil menarik puluhan ribu penonton dengan inovasi dalam tampilan dan komunikasi. Artinya, kreativitas yang terus diasah akan membuat karya tetap relevan dan berdaya,” ujarnya.


Iswar turut mengapresiasi peran para mentor, narasumber, serta komunitas film yang membimbing peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menilai, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang belajar teknis perfilman, tetapi juga ruang aman bagi para sineas muda untuk bereksperimen dan menumbuhkan imajinasi tanpa batas.


“Anak-anak muda harus punya ruang untuk mengekspresikan ide mereka. Jika diberi kesempatan dan dukungan, ide-ide itu bisa tumbuh menjadi karya bahkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Iswar juga menceritakan kisah sukses yang berawal dari kreativitas pelajar Semarang, yakni Pantai Tiram yang kini berkembang menjadi destinasi wisata populer setelah digunakan sebagai lokasi syuting film pelajar.


“Dulu Pantai Tiram sepi dan kurang terawat. Setelah digunakan anak-anak sekolah untuk lokasi syuting, banyak yang tertarik datang ke sana. Kini setiap minggu bisa dikunjungi hingga enam ribu orang,” tuturnya.


Iswar menilai contoh tersebut membuktikan bahwa kreativitas generasi muda mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam bentuk karya seni tetapi juga penguatan ekonomi lokal dan komunitas.


“Semua berawal dari imajinasi. Dari sana bisa lahir gerakan ekonomi, destinasi wisata, bahkan kebanggaan untuk kota kita. Pemkot Semarang akan terus mendukung kegiatan seperti ini,” tegasnya. (SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube