Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Waspada! Ini Penyebab Motor Matik Mogok Saat Banjir dan Tips Aman Agar Tak Rusak Parah

Pengendara motor matik terjebang digenangan banjir jalan Kaligawe Semarang. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air dengan ketinggian bervariasi.


Salah satunya di kawasan Kaligawe, yang merupakan jalur utama Pantura Semarang yang terendam hingga sekitar 60 sentimeter. Kondisi ini membuat arus lalu lintas macet parah dan banyak kendaraan roda dua yang terpaksa berhenti karena mogok.


Fenomena motor matik mogok setelah menerobos banjir bukanlah hal baru. Meski skutik memiliki keunggulan karena posisi mesin berada di tengah sehingga tidak langsung terendam air, faktanya banyak pengendara yang tetap mengalami kendala usai melewati genangan.


Menurut para ahli otomotif, ada beberapa faktor utama penyebab motor matik mogok setelah melintasi banjir, terutama yang berkaitan dengan desain mesin dan sistem kelistrikan.


Hal tersebut disebabkan karena air masuk ke ruang bakar (air intake). Masalah ini menjadi serius pada sebagian besar motor matik yang posisi saluran udara ini relatif rendah. Jika ketinggian air melampaui batas tersebut, air akan terhisap ke dalam mesin.


Campuran bahan bakar yang bercampur air tidak bisa terbakar dengan sempurna. Selain itu, karena air bersifat non-kompresibel, tekanan piston yang naik untuk melakukan kompresi akan terhambat.


Akibatnya, timbul tekanan balik yang sangat kuat pada piston, setang piston, dan kruk as. Kondisi ini disebut water hammer atau palu air, yang bisa membuat setang piston bengkok bahkan menyebabkan blok mesin retak. Kerusakan jenis ini tergolong berat dan membutuhkan biaya perbaikan tinggi.


Selain air intake terdapat konsleting listrik karena sistem kelistrikan basah. Meski motor matik saat ini mengandalkan sensor dan komponen kelistrikan canggih, termasuk ECU (Engine Control Unit) pada motor injeksi. Jika soket kabel, koil, busi, atau ECU terkena air, potensi korsleting sangat tinggi.


Dampaknya, sistem pengapian terganggu dan mesin bisa mati mendadak, susah dihidupkan, atau “brebet” karena proses pembakaran tidak berjalan optimal.


Dengan permasalagan tersebut, Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, memberikan sejumlah panduan agar pengendara motor matik tetap aman saat menghadapi genangan air.

Salah satunya dengan melihat ketinggian air, Oke menghimbau jangan menerobos air yang sudah melebihi ujung knalpot atau saringan udara (air intake) bagian bawah.


"Idealnya, ketinggian air masih di bawah betis atau lutut orang dewasa. Jika sudah lebih tinggi, sebaiknya cari jalur alternatif," ujarnya, Jumat 24 Oktober 2025.


Lebih lanjut, Oke menambahman, jika genangan masih aman, pertahankan kecepatan rendah dan stabil (5–10 km/jam).


"Hindari memutar gas secara tiba-tiba karena bisa membuat air masuk ke knalpot. Tekanan gas yang stabil justru membantu mendorong air keluar," terangnya.


Menurutnya, motor matik cukup jaga putaran mesin konstan tanpa menarik gas terlalu dalam. Usahakan melintasi bagian tengah jalan, karena biasanya lebih tinggi dibanding pinggirnya.


"Namun, selalu waspadai kondisi lalu lintas dan kedalaman air," ujarnya.


Oke menambahkan, setelah keluar dari genangan, jangan langsung mematikan mesin. Biarkan mesin menyala beberapa menit agar panasnya membantu mengeringkan sisa air, terutama di knalpot.


"Jika mencurigai adanya air di dalam CVT, oli mesin, atau gardan, segera bawa motor ke bengkel untuk pengurasan dan pemeriksaan. Air yang bercampur dengan oli bisa merusak performa mesin dan komponen dalam jangka panjang," tambahnya.


Menurut Oke, kunci utama menghadapi kondisi banjir adalah pencegahan.


“Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada memperbaiki. Motor matik tidak dirancang untuk menerjang banjir. Jika air sudah mendekati saringan udara, itu artinya sudah masuk zona merah,” tegasnya. (SUL)

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube