Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Siap Terapkan Sanitary Landfill dan PSEL di TPA Jatibarang

SAMPAH - Pemkot Semarang bersiap menghentikan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang dan menggantinya dengan teknologi sanitary landfill serta program pengolahan sampah menjadi PSEL. (wahyu sulistiyawan/diswayjatng)

SEMARANG — Pemkot Semarang bersiap menghentikan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Kemudian menggantinya dengan teknologi sanitary landfill serta program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 


Wali Kota Semarang, Agustina menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda karang taruna, untuk aktif bergotong royong mendukung perubahan sistem di TPA Jatibarang. 


"Saya minta partisipasi karang taruna untuk gotong royong. Ini bentuk kepedulian bersama agar TPA kita tidak membahayakan lingkungan," ucapnya, dalam kegiatan Temu Karya Karang Taruna pada Minggu, 22 Juni 2025.


Langkah ini dilakukan sebagai respon atas kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mewajibkan seluruh daerah menghentikan praktik open dumping paling lambat tahun 2026.


Sistem pembuangan sampah terbuka dinilai berbahaya karena dapat mencemari air tanah, udara, dan ekosistem sekitar.


Sebagai solusi, Pemkot Semarang mulai menerapkan sistem sanitary landfill, yaitu metode penimbunan sampah yang dipadatkan dan dilapisi tanah secara berkala.

Lahan untuk metode ini diperoleh dari hasil pembebasan tanah proyek Tol Semarang–Demak. 


"Open dumping akan ditutup dengan sistem baru. Kami sudah menyiapkan plastik pelapis dan memindahkan sampah ke area ceruk. Tanah tambahan juga telah dibeli dari hasil ganti rugi tol Semarang–Demak," jelas Agustina.


Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga mendorong realisasi teknologi PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) guna mengatasi volume sampah yang terus meningkat akibat pertumbuhan urbanisasi.


Teknologi ini diharapkan mampu mengubah limbah menjadi energi terbarukan yang bermanfaat.


"Proses pembangunan PSEL masih berjalan. Kami tengah mengurus perizinan lanjutan ke Kementerian Keuangan, karena sistem ini membutuhkan persetujuan pusat," tambah Agustina.


Ia berharap proses perizinan dapat segera rampung agar pengolahan sampah modern bisa segera dioperasikan.


Dengan penerapan sanitary landfill dan PSEL di TPA Jatibarang, Kota Semarang menegaskan langkah serius menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi masa depan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube