Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemkot Semarang Kerahkan Alat Berat Atasi Longsor dan Banjir di Candisari, 14 Keluarga Terdampak

Pemkot Semaranf kerahkan dua alat berat untuk pembersihay material longsor di Kelurahan Karangayar Gunung Kecamatan Candisari. (Wahyu Sulistiyawan)

SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani bencana longsor dan banjir yang melanda Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari.


Dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor sekaligus membuka kembali saluran air yang tertutup reruntuhan talud.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa langkah awal difokuskan pada pembersihan puing di aliran sungai kecil.


Hal ini penting karena saat hujan deras, debit air sempat naik hingga lebih dari satu meter dan hampir menenggelamkan rumah warga.


“Kami prioritaskan penyelamatan aliran sungai, apalagi curah hujan masih tinggi. Pihak pabrik es di sekitar lokasi juga berkomitmen membantu proses penanganan,” kata Suwarto, Kamis kepada diswayjateng.com, Kamis 11 September 2025.


Menurutnya, percepatan penanganan longsor sangat dibutuhkan mengingat cuaca yang tidak menentu. Jika material tidak segera dibersihkan, banjir dikhawatirkan kembali merendam rumah warga.


“Target utama adalah mengangkat timbunan material di atas sungai. Tiga tim sudah dikerahkan, ditambah bantuan alat berat,” ujarnya.


Kendala Medan dan Struktur Bangunan

Dari hasil analisis awal, longsor terjadi karena kondisi bangunan lama di lereng bawah yang tidak diperkuat secara menyeluruh. Retakan bahkan sudah terlihat sebelum longsor terjadi.


“Beban struktur bawah cukup berat. Medan juga menyulitkan, sehingga kami perlu crane untuk mempercepat evakuasi material agar risiko tidak bertambah,” jelas Suwarto.


14 Keluarga Terdampak


Camat Candisari, Cipta Nugraha, menyebut ada 14 keluarga dengan 26 jiwa yang terdampak longsor dan banjir dalam satu hari. Mereka sementara direlokasi ke sebuah indekos yang dijadikan tempat pengungsian.


“Awalnya hanya satu rumah terkena longsor, tetapi sore harinya hujan deras membuat tiga rumah lainnya terendam banjir,” ungkap Cipta.


Ia memastikan kebutuhan dasar para pengungsi sudah terpenuhi, mulai dari logistik, akomodasi, hingga layanan kesehatan yang difasilitasi pemerintah dan pihak perusahaan es kristal.


Meski tidak ada korban luka serius, sebagian warga mengalami trauma akibat bencana ini. “Kerusakan rumah akan ditanggung pihak perusahaan. Sementara itu, warga kami imbau tetap waspada karena wilayah Candisari memang rawan longsor,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube