Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pelatihan Tahsinul Qur'an di Salatiga: Konsisten Membaca Alquran dengan Benar Perlu Pembiasaan

DIIKUTI : Pelatihan Tahsinul Qur'an diadakan Yayasan Hannan Wa Na'imah Salatiga pimpinan Dr Hery Tristijanto diikuti siswa Rumah Qur' an dan masyarakat umum di Mini Theater Bung Karno DPRD Salatiga Sabtu 27 September 2025. Foto : Erna Yunus Basri

SALATIGA — Ustadz Muhammad Syarifudin, S.Pdi., menegaskan, untuk konsisten bisa membaca Al-Qur'an secara benar dan tepat perlu pembiasaan. 


Penekanan ini disampaikan Ustadz Muhammad Syarifudin saat menjadi narasumber Pelatihan Tahsinul Qur'an diadakan Yayasan Hannan Wa Na'imah Salatiga, pimpinan Dr. Hery Tristijanto, ST, M.Eng., Sabtu 27 September 2025. 


Kegiatan dipusatkan di Mini Theater Bung Karno DPRD Kota Salatiga ini, juga menghadirkan Ustadz muda Afif Rosyad Haidar Al Hafidz dari Ponpes Imam Bukhori Solo. 


Kegiatan Pelatihan Tahsinul Qur'an diikuti anak didik Rumah Qur'an Salatiga binaan Ustazah Titik Anggraeni, juga diikuti peserta masyarakat umum secara gratis. 


Ditengah paparannya, Ustadz Muhammad Syarifudin juga memperdalam penjelasan dari pertanyaan peserta pelatihan berkaitan bagaimana konsisten untuk bacaan Qur'an secara kaidah-kaidah ilmu Tajwid, baik dan benar. 


"Tapi kalau 'nggak' konsisten 'ya' nanti berubah-rubah. Contoh tadi 'ya' ketika membaca Al-baqarah, tapi tidak pas pastinya terasa aneh dan kalau sudah merasa aneh itu berarti sudah terbiasa," paparnya. 


Ia juga menekankan, bahwa dengan membiasakan diri pasti akan mengetahui mana yang benar, mana yang tidak. 


"(Metode membaca) panjang dan pendeknya secara konsisten atau akan sangat berpengaruh pada hasil bacaan (Al-Qur'an)," imbuhnya. 


Konsistensi dalam Pengucapan (Makhraj dan Tajwid) Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, termasuk makhraj (tempat keluarnya huruf) dan sifat hurufnya. 


Ia juga menekankan, penerimaan kalimat Tauhid yang benar dan baik dilakukan agar kalimat tauhid membawa manfaat dan diterima oleh Allah SWT. 


Ustadz Muhammad Syarifudin menambahkan, untuk melatih diri membaca Al-Qur'an secara baik dan benar seorang murid perlu belajar dengan guru yang pas. 


Dengan pembiasaan, lanjut dia, mereka-mereka yang telah menggunakan atau membuat metode-metode akan mempermudah seseorang membaca Al-Qur'an.

"Tapi sebanyak apapun metode kalau tidak sesuai dengan kaidah secara Tajwid, baik dan benar, hasilnya juga tidak pas," pungkas dia. 


Ditempat yang sama, Ustadz Afif Rosyad Haidar Al Hafidz dalam paparan materi yang dibawakannya berbagi ilmu tentang Tahsin Al-Qur'an. 


Ustadz muda yang kenyang menimba ilmu di Ponpes Imam Bukhori Solo selama 13 tahun, dan melanjutkan Studi Ilmu Hadist di Salatiga ini, menyampaikan apa saja kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. 


"Bagian dari atau pengertian Tahsin menyempurnakan dan memperindah bacaan Al-Qur'an. Sedangkan Tajwid adalah ilmu yang berisi kaidah-kaidah tentang cara mengucapkan huruf dan hukum bacaan Al-Qur'an. Jadi, dengan ilmu Tahsin kita jadi tahu cara mengucapkan yang benar dari huruf-huruf bahasa Arab," ucapnya. 


Mengingat, lanjut dia, huruf Arab itu memiliki sifat atau ciri khas, diantaranya yang sudah menempel atau bawaannya. Dan ada juga sifat yang tidak selalu bersamaan. 


Sementara, pimpinan Yayasan Hannan Wa Na'imah Salatiga, pimpinan Dr. Hery Tristijanto, ST, M.Eng., menerangkan jika pelatihan Tahsinul Qur’an ini diselenggarakan dengan maksud meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dari sisi makhraj, tajwid, dan adabnya.


"Selain itu, melalui pelatihan Tahsinul Qur’an sebagai langkah awal dalam mendekatkan diri kepada Allah melalui bacaan yang benar dan indah," ujarnya. 


Ia berharap, melalui pelatihan ini Alloh SWT memberkahi usaha dan menjadikan muslim termasuk orang-orang yang ahli Al-Qur’an, yang disebut sebagai keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.


"Insyaallah kegiatan ini akan ada follow up dengan pertemuan bulanan dan lebih fokus praktek personal," akunnya. 


Dari pantauan, kegiatan pelatihan ini diwarnai tanya jawab dari peserta dan praktek langsung dalam pengucapan serta membaca Qur'an yang baik dan benar. Salah satunya, Ania Nurul (23) mantan siswa Rumah Qur'an asal Cilacap serta sejumlah peserta lainnya. 


Ania Nurul mengaku, mengikuti kegiatan pelatihan ini memperdalam dan memperbaiki ilmu dalam membaca Al-Qur'an. 


Yang menarik, dari kegiatan ini para peserta akan mengantongi E-Sertifikat, Ilmu dan Skill, dan Taman.