Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Peduli Stunting, Sido Muncul Gelontorkan Rp360 Juta untuk 120 Balita Suspect Stunting

FOTO BERSAMA : Direktur Sido Muncul
Irwan Hidayat foto bersama 120 anak dan orang tua penerima manfaat didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha di kawasan Agrowisata Pabrik Sido Muncul
Klepu
Rabu 8 Oktober 2025. Foto : Erna Yunus Basri

UNGARAN — Wujud kepedulian terhadap penekanan stunting di Kabupaten Semarang, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelontorkan Rp360 juta. 


Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 120 balita Suspect Stunting di Kabupaten Semarang masing-masing Ambarawa, Jambu, dan Banyubiru.


Bantuan diserahkan langsung Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, kepada Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, yang didampingi Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, di kawasan Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Klepu, Rabu 8 Oktober 2025.


Kepada wartawan, Irwan Hidayat mengungkapkan penyaluran bantuan bagi 120 balita gizi kurang di Kabupaten Semarang bagian dari semangat serta kepeduliannya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam menekan angka stunting di Kabupaten Semarang, khususnya. 


"Hari ini, Sido Muncul membantu anak-anak suspect stunting di Kabupaten Semarang senilai Rp360 juta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dan setiap anak penerima akan mendapat bantuan Rp500 ribu per bulan selama enam bulan, mulai Oktober 2025 hingga Maret 2026," ungkap Irwan Hidayat. 


Dalam pelaksanaannya agar tepat sasaran, bantuan dikirim langsung ke orang tua dan diminta melaporkan perkembangan berat badan anak. 


Sehingga, setiap bulannya tumbuh kembang anak penerima bantuan akan tetap dikawal. 


"Orang tua diminta melaporkan perkembangan berat badan anak setiap bulan agar hasilnya bisa terukur secara nyata," ujarnya. 


Disebutkan dia, jika program ini telah berjalan ke sembilan kalinya sejak tahun 2023. Sehingga, total terdapat 864 anak di berbagai daerah yang telah dibantu Sido Muncul mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, hingga Gianyar.


"Harapan saya, jumlah anak stunting bisa terus menurun dan lahir generasi Indonesia yang sehat," tambahnya.


Irwan juga membagikan kisah pribadinya yang sempat mengalami stunting saat kecil akibat kekurangan gizi di masa perang.


Ia mengaku pernah mengalami kondisi tubuh yang lemah di masa kecil karena kekurangan gizi dan berbagai penyakit berat. 

"Saya tahu rasanya jadi anak kurang gizi. Karena itu saya ingin membantu anak-anak lain agar tumbuh sehat, punya masa depan yang lebih baik," ungkapnya.


Ia pun bersyukur karena diberi kesempatan ke-dua oleh Tuhan untuk hidup sehat dan bisa bermanfaat bagi orang lain


Bagi Irwan, program ini tak hanya sekadar bentuk tanggung jawab sosial, tetapi juga perjalanan batin yang lahir dari pengalaman pribadinya. 


Diyakininya, kesuksesan bukan sekadar hasil kerja keras tapi juga bentuk kontribusi nyata bagi sesama dan lingkungan.


Di kesempatan yang sama, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, berterimakasih atas peran Sido Muncul mendukung program penurunan angka stunting. Karena kerja sama lintas sektor seperti ini mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional


Ngesti pun membeberkan, angka stunting di Kabupaten Semarang kini telah turun hampir 50 persen dalam dua tahun terakhir.


"Saat ini anak stunting di Kabupaten Semarang tinggal 1.835 anak, turun dari sebelumnya sekitar 3.600 anak," sebutnya.


Salah satu orang tua penerima manfaat, Joko asal Ambarawa, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan dari Sido Muncul. 


"Bantuan ini sangat bermanfaat, karena bisa menambah membeli susu bagi anak saya," ujar Joko. 


Joko pun berujar, dengan kegiatan diadakan Sido Muncul cara berpikirnya /mindset terbuka dan tidak lagi minder. 


"Ya selama ini minder karena berat badan anak saya tidak sama dengan anak lainnya. Namun melalui kegiatan diadakan Sido Muncul ini, pikiran terbuka bahwa stunting bukan akhir dari segalanya," akunya, dengan harapan kegiatan sejenis akan terus berjalan secara periodik. 


Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube