Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Partisipasi PAUD di Kota Semarang Tembus 97 Persen, Agustina Apresiasi Peran Bunda PAUD

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti apresiasi peran Bunda Paud dalam meningkatkan partisipasi PAUD yang mencapai 97 persen. (Dok Pemkot Semarang)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam sektor pendidikan anak usia dini (PAUD). Berdasarkan data terbaru Dinas Pendidikan, tingkat partisipasi PAUD di Kota Semarang mencapai 97 persen, jauh melampaui rata-rata tingkat partisipasi provinsi yang masih berada di kisaran 50 persen.


Capaian tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat membuka Konferensi Bunda PAUD Kota Semarang 2025 yang digelar di Hotel Grasia, Selasa 21 Oktober 2025.


Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan yang telah berperan aktif mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.


Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan di masa keemasan anak-anak.


“Menjadi Bunda PAUD bukan hanya soal jabatan, melainkan panggilan hati untuk mengabdi. Kita ingin anak-anak tumbuh bahagia, berani berekspresi, dan percaya diri,” ujar Agustina.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa capaian tinggi dalam partisipasi PAUD juga diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Saat ini, sebanyak 68 persen guru PAUD di Kota Semarang telah bergelar sarjana (S1), sementara sisanya masih difasilitasi untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, Pemerintah Kota Semarang juga telah memberikan bantuan transportasi bagi 1.487 guru PAUD melalui alokasi APBD.


Agustina menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan layanan PAUD yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Ia mendorong para Bunda PAUD agar menyusun program kerja yang realistis, berdampak langsung, serta menyentuh kebutuhan dasar anak-anak.


Program tersebut, kata Agustina, dapat meliputi penguatan lingkungan belajar yang ramah anak, peningkatan peran orang tua, hingga pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan.

“Kita harus pastikan anak-anak datang ke PAUD bukan sekadar untuk belajar, tapi juga untuk merasa bahagia,” tegasnya.


Meski menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, Agustina menegaskan bahwa Pemkot Semarang tidak akan memangkas anggaran untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.


Ketiga sektor tersebut, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Semarang.


“Kita boleh berhemat di bidang lain, tapi tidak untuk pendidikan dan kesehatan. Keduanya adalah pondasi utama kemajuan kota,” tegasnya lagi.


Dengan capaian partisipasi PAUD yang tinggi serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Semarang berharap bisa menjadi model pengembangan PAUD unggulan di Jawa Tengah.


Agustina optimistis, sistem PAUD di Kota Semarang akan terus berkembang menuju layanan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada kebahagiaan anak-anak.


Kegiatan Konferensi Bunda PAUD Kota Semarang 2025 turut dihadiri seluruh Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, mitra PAUD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto, serta para narasumber dan perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini.


Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan Web Bunda PAUD Kota Semarang di laman resmi https://bundapaud.semarangkota.go.id/, serta dilakukan penyerahan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) dan seragam bagi para Bunda PAUD sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kota terhadap kemajuan PAUD di Semarang.