SEMARANG — Upaya Pemkot Semarang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, saat melakukan pemantauan kegiatan Siskamling di beberapa wilayah Semarang, Kamis 11 September 2025.
Safrizal mengatakan, pelaksanaan Siskamling di Kota Semarang layak dijadikan contoh bagi daerah lain yang aktivitas ronda malamnya mulai berkurang.
"Kami mengapresiasi Siskamling di Kota Semarang yang terus berjalan konsisten. Ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain yang kegiatan siskamlingnya menurun," ujarnya.
Dalam kunjungannya di Poskamling RW 12 Kelurahan Krobokan, Semarang Barat, serta RW 07 Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, Safrizal melihat langsung bagaimana masyarakat dan Pemkot bersinergi menjaga keamanan lingkungan.
Menurutnya, keterlibatan aktif warga menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman. "Kami melihat masyarakat ikut terlibat menjaga lingkungannya. Ini langkah baik untuk memperkuat keamanan berbasis komunitas," katanya.
Safrizal juga menjelaskan bahwa Kemendagri tengah melakukan pemantauan rutin Siskamling di seluruh Jawa Tengah, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Fokusnya adalah memastikan peran aktif Satlinmas hingga tingkat desa, kelurahan, dan RT/RW dalam menjaga keamanan.
"Siskamling sudah puluhan tahun menjadi bagian penting dari partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketenteraman dan ketertiban," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya bersama forkopimda, forkopimcam, dan masyarakat terus berkomitmen mendukung keberlangsungan siskamling. Ia optimis partisipasi aktif warga akan semakin memperkuat solidaritas.
"Dengan situasi yang makin dinamis, Siskamling harus kembali semangat. Harapannya, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal dan Agustina juga meninjau hasil pelatihan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang baru saja diikuti oleh para petugas ronda.
"Simulasi dan pencatatan laporan menjadi manifestasi penting dalam tata kelola Siskamling. Ini membuktikan Semarang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun soliditas antarwarga," jelas Agustina.
Agustina mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Siskamling sebagai budaya hidup bersama.
"Mari kita jadikan Siskamling bagian dari kehidupan sehari-hari, demi keamanan dan kenyamanan bersama," pungkasnya.