Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Masih Sering Hujan, Festival Layang-layang Internasional di Semarang Ditunda

MUNDUR - Festival Layang-layang Internasional yang rencana diselenggarakan bulan ini diundur menjadi Oktober mendatang. (ilustrasi)

SEMARANG — Festival Layang-layang Internasional yang semula dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Agustus 2025 di Kota Semarang resmi diundur. Pemkot Semarang memastikan perhelatan akbar ini akan dijadwalkan ulang pada bulan Oktober mendatang.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, R. Wing Wiyarso Poespojoedho, menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi alasan utama penundaan. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Semarang sering diguyur hujan pada malam hari.


Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu jalannya festival yang mengandalkan angin stabil dan cuaca cerah.


"Festival layang-layang yang direncanakan tanggal 23–24 Agustus 2025 akan di-reschedule. Pertimbangannya karena beberapa minggu terakhir ini hujan terus. Kalau dipaksakan, tentu akan memengaruhi kelancaran festival," ujar Wing, Selasa 19 Agustus 2025.


Selain persoalan cuaca, jadwal festival layang-layang internasional di tiga negara lain juga ikut memengaruhi. Jika tetap digelar di bulan Agustus, ada kekhawatiran sejumlah peserta mancanegara tak bisa hadir.


Wing menambahkan, keputusan penundaan justru memberi peluang lebih besar agar delegasi dari 13 negara bisa hadir lengkap. Komunitas layang-layang nasional juga menunjukkan antusiasme tinggi.


"Peserta nasional juga luar biasa semangat. Kami harapkan mereka bisa hadir semua di Semarang, baik sebagai peserta maupun wisatawan," imbuhnya.

Tak hanya soal atraksi, festival ini diyakini akan berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta internasional bersama tim dan keluarganya akan menciptakan perputaran uang yang signifikan.


"Mereka pasti menginap di hotel, menikmati kuliner, dan berwisata di Semarang. Itu artinya ada perputaran ekonomi yang positif untuk masyarakat," kata Wing dengan optimis.


Sementara itu, Albert Dwijaya, Direktur Awann Costa selaku penyelenggara, mengungkapkan pihaknya masih terus mengurus perizinan serta berkoordinasi dengan peserta mancanegara. Dari target 13 negara, sudah ada lima yang memastikan kehadirannya.


"Untuk perizinan sudah kami sesuaikan dengan jadwal baru di bulan Oktober. Saat ini, yang sudah konfirmasi ada lima negara, dan kita masih terus mengupayakan agar sesuai target 13 negara," jelas Albert.


Albert optimistis, pengunduran waktu justru memberi ruang lebih luas bagi persiapan, baik teknis maupun promosi pariwisata. Ia berharap momentum ini bisa menjadi ajang branding Kota Semarang sebagai destinasi wisata internasional.


"Kami ingin festival ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga promosi pariwisata. Peserta dari luar negeri pasti ingin menjelajah destinasi lain, tidak hanya Semarang, tapi mungkin juga Yogyakarta atau Solo," tambahnya.


Festival Layang-layang Internasional di Kota Semarang diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya dan wisata terbesar tahun 2025. Dengan delegasi dari belasan negara, ribuan wisatawan diprediksi akan hadir menyaksikan aneka kreasi layang-layang unik dari berbagai belahan dunia.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube