SEMARANG — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Semarang menggelar aksi damai di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima Semarang. Namun, demonstrasi ini diwarnai rasa kecewa lantaran Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, tidak hadir untuk menemui massa.
Mahasiswa dari berbagai Universitas ini mulai berdatangan sejak pukul 13.30 WIB. Aksi tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan DPRD Jawa Tengah, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah, Heri Pudyatmoko, dan Mohammad Saleh.
Kehadiran mereka menjadi sorotan karena dianggap berani berdialog langsung dengan mahasiswa. Dalam orasi yang disampaikan, para koordinator kampus menyinggung berbagai isu, mulai dari UU Perampasan Aset, tunjangan DPR RI, hingga kasus dugaan kriminalisasi terhadap tujuh mahasiswa pada aksi May Day 1 Mei 2025.
Dalam pantauan di lapangan koordinator dari berbagai kampus bergiliran menyerukan aspirasinya. Mereka juga menyoroti tindakan represif aparat kepolisian dalam mengawal demonstrasi.
"Kami kecewa karena Kapolda tak hadir. Padahal teman-teman kami masih dikriminalisasi di pengadilan. Kami menuntut mereka segera dibebaskan," tegas salah satu koordinator aksi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Senin 1 September 2025.
Setelah menyampaikan aspirasinya, sebagian massa Undip meninggalkan lokasi, sementara mahasiswa dari kampus lain tetap bertahan melanjutkan orasi.
Ketua BEM Undip, Aufa Atha Ariq Aoraqi, menyebut bahwa tuntutan mahasiswa cukup banyak, namun salah satu fokus utama adalah pembebasan tujuh mahasiswa Undip yang ditangkap pasca aksi solidaritas ojek online pada 29 Agustus 2025.
"Mereka memang sudah dibebaskan, tapi masih wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Tidak jelas sampai kapan, dan itu memberatkan," ungkap Aufa.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, baik dengan melaporkannya ke pemerintah pusat maupun berdialog langsung dengan Kapolda Jateng.
"Kami akan mengirimkan surat ke pusat terkait tuntutan mahasiswa. Sedangkan hal-hal yang bisa dibahas di daerah, akan kami diskusikan bersama fraksi. Soal kriminalisasi, kami juga akan berkomunikasi langsung dengan Kapolda," jelasnya.
Aksi mahasiswa ini berlangsung tertib tanpa pengawalan ketat aparat. Menjelang sore, massa aksi berangsur membubarkan diri dari kawasan Simpang Lima Semarang.