Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lindungi Pesisir Semarang, Wali Kota Mageri Segoro Tanami 18.040 Cemara Laut

ABRASI - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menanam cemara laut di pesisir Semarang
sebagai dukungan terhadap program mageri segoro
kemarin. (dok. pemkot semarang)

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan pesisir. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin langsung kegiatan penanaman pohon cemara laut dalam rangka mendukung Program Mageri Segoro di kawasan Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu.


Program Mageri Segoro, yang berarti memagari laut, merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, rob, dan penurunan muka tanah. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di 17 kabupaten/kota pesisir Jawa Tengah, termasuk Semarang sebagai salah satu lokasi utama.


“Bagi Kota Semarang, pantai ibarat pagar rumah. Jika pagarnya rusak, rumah kita akan terpapar langsung oleh gangguan dari luar. Maka pantai ini harus diperkuat untuk menghadapi gelombang, abrasi, dan rob yang makin sering terjadi,” ujarnya, Rabu 15 Oktober 2025.


Menurut Agustina, kegiatan penanaman pohon bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.


“Hari ini kita menanam cemara laut dan mangrove, sekaligus menanam harapan agar garis pantai Semarang tidak semakin mundur. Laut seharusnya menjadi sahabat, bukan ancaman,” tambahnya.


Wali kota juga menyoroti ancaman land subsidence (penurunan permukaan tanah) yang terjadi bersamaan dengan kenaikan permukaan air laut, sehingga memperparah banjir rob di kawasan pesisir.


Melalui Mageri Segoro, Agustina mengajak masyarakat ikut menanam pohon sebagai pagar alami bagi kota.


“Memagari laut bisa dilakukan dengan cara paling alami, yaitu menanam pohon,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penanaman saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kebijakan berkelanjutan.


“Kita perlu langkah ekologis lanjutan, baik secara teknis maupun sosial. Mari membangun budaya cinta lingkungan dengan menanam minimal satu pohon setiap orang tiap tahun,” katanya.


Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari 26 perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), di antaranya PT Indofood Noodle, PLN, Pertamina, PT Sido Muncul, PT PHAPROS, PT Kubota, PT Victoria Care, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW).


Total sebanyak 18.040 bibit pohon cemara laut dan mangrove ditanam di sejumlah titik pesisir Semarang, seperti Pantai Baruna, Pantai Tirang, Pantai KIW, Trimulyo, dan Mangunharjo.


Selain sektor swasta, kegiatan ini juga menggandeng komunitas peduli pesisir, di antaranya Camar, Prenjak, KPA Semarang Mangrove, Kenari, Arjuna Berdikari, dan Tripari.


Pemerintah Kota Semarang melengkapi langkah konservasi ini dengan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti perluasan jaringan SPAM dan PDAM untuk mengurangi penggunaan air tanah, penguatan tanggul laut dan sheetpile, serta pengembangan eduwisata mangrove berbasis masyarakat.


Agustina berharap gerakan pelestarian seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat.


“Kami ingin gerakan menanam pohon di pesisir menjadi budaya bersama. Menjaga pantai berarti menjaga kehidupan dan masa depan Kota Semarang,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube