Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lawang Sewu di Semarang, Bangunan Bersejarah dengan Julukan Seribu Pintu Paling Ikonik

Lawang Sewu

SEMARANG — Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan wisata di Semarang yang ikonik ini yakni Lawang Sewu di Semarang. Bangunan bersejarah ini termasuk destinasi wisata populer yang wajib dikunjungi.


Disini banyak pengunjung yang datang untuk melihat bangunan kuno dan antik,ruang bawah tanah dan arsip-arsip serta foto zaman dahulu. Ditambah bangunan Lawang Sewu di Semarang memiliki ciri gaya kolonial yang khas dan megah.


Sebelum berkunjung ke Lawang Sewu di Semarang ini, berikut ini informasi selengkapnya mengenai sejarah, harga tiket masuk, lokasi dan lain sebagainya.


1.Sejarah Lawang Sewu


Pada masa kolonialisme Belanda, gedung ini bernama Het administratiegebouw van de Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij, sebuah gedung perkantoran untuk mengurus perkereta apian milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Saat ini bangunan Lawang Sewu dikelola oleh PT.Kereta Api Indonesia (KAI) yang dialihfungsikan menjadi museum serta galeri tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia.


Gedung Lawang Sewu mulai dibangun sejak tahun 1904 dan selesai pada tahun 1919.Tapi gedung ini sudah beroperasi sejak tahun 1907.


Mengutip dari laman kemenparekraf.go.id, Lawang Sewu ini terdiri dari lima buah bangunan. Proses perancangan awal Lawang Sewu dimulai oleh seorang arsitek asal Belanda Ir. P. de Rieu dengan bangunan yang pertama kali dibuat adalah gedung C. Bangunan tersebut difungsikan sebagai kantor percetakan karcis kereta api pada tahun 1900.


Setelah Ir. P de Rieu meninggal dunia, kemudian Prof. J. Klinkhamer dan B.J Oundag dipilih untuk melanjutkan pembangunan Lawang Sewu. Baru kemudian banunan utama atau gedung A sebagai kantor utama NIS pun dimulai pada Februari 1904 dan selesai Juli 1907.


Seiring berkembangnya kantor kereta api tersebut, maka dibangunlah beberapa gedung pendukung, yakni gedung B, D, dan E pada tahun 1916 hingga 1918.


Untuk gedung B masih dibangun oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag. Sementara untuk gedung D dan E didesain oleh arsitek Thomas Karsten.


Ketika Belanda mundur dan pemerintahan diambil oleh Jepang pada tahun 1942. Pada tahun 1942 hingga 1945, gedung ini digunakan sebagai Kantor Ryuku Sokyoku ( Jawatan Transportasi Jepang).


Namun pihak Jepang juga menggunakan ruang bawah tanah sebagai penjara dan lokasi eksekusi mati. Lalu pada tahun 1945, tepatnya bulan Oktober Pemerintah Belanda ingin merebut kembali wilayah Semarang, sehingga menimbulkan perang yang berhasil membuat pihak Jepang mundur.


Setelah perang, gedung kembali berubah fungsi menjadi kantor DKARI ( Djawatan Kereta Api Republik Indonesia). Pada tahun 1946, kantor DKARI harus berpindah ke bekas kantor de Zustermaatschappijen karena Lawang Sewu akan menjadi markas tentara Belanda. Tahun 1994, gedung Lawang Sewu akhirnya kembali diserahkan PT Kereta Api Indonesia yang kemudian dilakukan restorasi pada tahun 2009.


Selanjutnya pada 2011, Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan bangunan cagar budaya yang kini berstatus sebagai museum dan menjadi saya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara


2.Tidak Sampai 1000 Pintu

Dalam Bahasa Jawa, Lawang berarti pintu,sedangkan sewu ialah seribu. Tapi ternyata, bangunan Lawang Sewu ini hanya memiliki 928 pintu atau kurang 72 pintu saja untuk disebut bangunan dengan 1000 pintu.


3. Harga tiket masuk


Untuk harga tiket masuk ke Lawang Sewu di Semarang, Rp10.000 untuk anak-anak, Rp20.000 untuk dewasa, Rp30.000 untuk wisatawan asing dan Rp50.000 tiket ruang bawah tanah.


4. Fasilitas Lengkap


Lawang Sewu di Semarang sudah didukung oleh berbagai sarana penunjang yang cukup memadai untuk pengunjung. Berikut ini fasilitasnya :


  • Tempat parkir memadai
  • Pusat informasi wisata
  • Jasa pemandu profesional
  • Mushola
  • Toilet / kamar mandi
  • Fasilitas air bersih
  • Smoking Area
  • Ruang PPPK
  • Area bermain anak
  • Museum
  • Tempat duduk
  • Ruang Audio Visual
  • Monumen
  • Spot foto menarik


5.Lokasi dan Jam Operasionalisasi


Berlokasi di Jalan Pemuda No 160, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini berada di pusat Kota Semarang, dekat dengan Tugu Muda dan dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi atau umum.


Tempat wisata ini buka setiap hari, Senin- Jumat mulai pukul 08.00-20.00 WIB dan Sabtu- Minggu pukul 08.00-21.00 WIB.


6.Rute Perjalanan


Jika Anda dari Stasiun Semarang Tawang menuju ke Lawang Sewu diperkirakan akan menempuh perjalanan 3,4 kilometer dengan waktu kurang lebih 14 menit. Dari Jalan Tawang, anda terus masuk ke Jalan Cendrawasih dan lanjut belok ke kanan ke Jalan Letjen Suprapto.


Setelah melewati Jembatan Berok, Anda lurus ke Jalan Pemuda.Hingga sampai lampu lalu lintas area Hotel Metro, ambil jalur kiri dan terus lurus ke Jalan Pemuda.


Hingga lampu lalu lintas pertigaan Jalan MH Thamrin, Jalan Tanjung, Anda ambil jalur yang menuju PO Hotel Semarang.Terus lurus di Jalan Pemuda hingga melewati Balai Kota Semarang.


Sebelum melewati lampu lalu lintas kawasan Tugu Muda, objek wisata Lawang Sewu sudah bisa Anda lihat di sisi kiri.


Jika Anda masih bingung bisa menggunakan bantuan Google Maps supaya lebih cepat sampai ke lokasi tujuan.


Demikian pembahasan mengenai wisata Lawang Sewu di Semarang yang kami rangkum untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube