Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Lancarkan Mobilitas Logistik, Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Tepat Sasaran

AUDIENSI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat bersalaman dengan pengurus Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) s di Kantor Gubernur Jateng
Senin 15 September 2025. (humas pemprov jateng for disway jateng)

SEMARANG — Kebutuhan logistik di Jawa Tengah untuk mendukung investasi dan aktivitas industri dinilai masih perlu ditingkatkan.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat peluang tersebut dengan mendorong percepatan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.


Langkah ini mendapat apresiasi dari para pengusaha, khususnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB).


Ketua Umum APKB, Iwa Koswara, menyampaikan hal itu usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin 15 September 2025.


“Alhamdulillah, tadi Gubernur menyampaikan bahwa beliau sudah jauh melangkah. Jadi apa yang menjadi perhatian kami, ternyata sudah lebih dulu diambil langkah-langkah antisipasinya,” ujar Iwa.


Menurutnya, masa depan industri ada di Jawa Tengah. Hal itu terlihat dari banyaknya investasi dan relokasi pabrik dari berbagai daerah ke provinsi ini. Namun, dukungan infrastruktur logistik dinilai masih belum memadai.


“Kami sangat mengkritisi kondisi logistik saat ini yang belum cukup mumpuni untuk mendukung perkembangan dunia usaha di sini,” tegasnya.

Karena itu, APKB secara khusus menemui Gubernur untuk mendorong kesiapan infrastruktur logistik. Iwa optimistis dalam 1–2 tahun ke depan akan ada perubahan signifikan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.


Berdasarkan data Pemprov Jateng, industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi 33,34% terhadap PDRB pada triwulan II 2025. Kinerja ekspor nonmigas juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 2,92 miliar pada 2024.


Secara bulanan, ekspor nonmigas Juli 2025 naik 17,84% dibanding Juni 2025, dari US$ 1,01 miliar menjadi US$ 1,19 miliar. Impor juga meningkat 20,36%, dari US$ 685,72 juta pada Juni menjadi US$ 825,35 juta pada Juli 2025.


Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, sekitar 58% investasi yang masuk ke Jawa Tengah berasal dari luar negeri. Perkembangan kawasan industri yang pesat menuntut kesiapan infrastruktur, termasuk pelabuhan.


Selama ini, Pelabuhan Tanjung Emas lebih banyak difungsikan sebagai pelabuhan pengumpan. Kondisi ini, kata Gubernur, harus diubah dengan percepatan pengembangan pelabuhan tersebut.


“Sebelum APKB datang, kami sudah ambil langkah. Tanjung Emas sudah di-acc untuk curah, sedangkan peti kemas masih dalam proses. Dryport di Batang juga siap mendukung aktivitas di KITB,” jelasnya

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube