SALATIGA — Pengurus Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jawa Tengah Agus mengutarakan keinginannya membawa sampel kopi Salatiga ke pameran di Portugal.
"Yang nanti pada tanggal 28 September 2025, akan membawa sampel kopi ke Portugal dibawa langsung oleh ke Dubes," kata Agus, saat melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, di Kantor Pemkot Salatiga, kemarin.
Dampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga, Audiensi dengan tujuan untuk silaturahmi ini diterima di ruang kerja Wakil Wali Kota.
Agus mengutarakan, bahwa kopi masuk dalam skala home industri merupakan program prioritas Asprindo.
Disampaikannya, dalam pameran di Portugal salah satunya akan memamerkan sampel kopi dan vanili dari Salatiga.
"Terdapat 4 komoditi yakni tembakau, kopi, vanili, dan cengkeh. Besar harapan kami untuk kerjasama, apa-apa yang dapat kami kelola dan sinergikan dengan pemerintah," terang dia.
Selain itu, lanjutnya, Asprindo juga ingin membuat film untuk memperluas market diplomasi.
Dimana, konsentrasinya mengenai meningkatkan produktivitas maupun segala sesuatu yang berkaitan dengan pangan.
"Maka kami ingin membangun kolaborasi atau sinergi antar wilayah," imbuhnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin berharap antara Pemkot Salatiga dan Asprindo dapat berkolaborasi.
"Jika nanti ada kopi dan vanili dari Salatiga yang dibawa keluar negeri tentu sangat luar biasa," sambut Nina.
Ia pribadi, sangat berterima kasih bagaimana komunitas kopi dan vanili yang ada di Salatiga dapat membawa nama Salatiga jadi mendunia.
"Dengan silaturahmi ini semoga bisa bersinergi memajukan komoditas di Salatiga khususnya untuk dibawa keluar negeri," lanjutnya.
Nina menambahkan, tahun depan adalah tahun peningkatan produksi pangan. Dengan ada keterbatasan pangan di Salatiga, Nina mengaku bisa meningkat memproduksi hasil bumi lainnya.
"Mudah mudahan kita dapat meningkatkan produksi pangan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkas Nina.