SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memasukkan aspek kesehatan mental dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini menyasar anak-anak hingga remaja usia sekolah, sepanjang Juli 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku pada anak harus diwaspadai, terutama jika anak yang sebelumnya terbuka tiba-tiba menjadi tertutup.
“Remaja sekarang banyak yang kurang perhatian karena orang tua sibuk bekerja. Akhirnya mereka lebih banyak bermain gadget,” ujarnya usai peresmian Gedung Blok Jiwa RSJD Amino Gondohutomo, Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, paparan konten yang tidak sesuai usia juga menjadi pemicu stres dan gangguan mental pada anak dan remaja.
“Dengan pergaulan yang terjadi, anak bisa melihat banyak hal yang belum sesuai umurnya. Ini yang harus kita cermati,” tambah Yunita.
Stres yang tidak terdeteksi sejak dini, lanjutnya, bisa menjadi gangguan serius jika dibiarkan.
Oleh karena itu, pihaknya mengandalkan peran dokter spesialis jiwa melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling).
“Saat ini layanan Speling telah menjangkau 6,7 persen wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total sasaran 37.000 titik dan sekitar 5,4 juta penduduk yang sudah mengikuti CKG maupun Speling,” jelas Yunita.
Program CKG dan Speling diharapkan dapat berkolaborasi untuk memperoleh data riil mengenai kondisi kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan mental.
“Jangan takut untuk menyampaikan jika merasa tidak nyaman atau mengalami masalah. Segera cari bantuan,” imbau Yunita.
Sementara itu, Direktur Utama RSJD Amino Gondohutomo, dr Alex Jusran MKes, menyatakan kesiapan rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan jiwa. Gedung Blok Jiwa yang baru diresmikan kini memiliki kapasitas 240 tempat tidur.
“Kami membuka berbagai layanan bantuan kesehatan mental, mulai dari Kopi 93, yaitu konsultasi psikologi dari pukul 09.00 hingga 15.00, serta Kopi 24, layanan konsultasi 24 jam berbasis WhatsApp,” jelas Alex.
Selain itu, tersedia juga aplikasi Pentol Bakar, yang dirancang untuk menangani gangguan kesehatan mental secara cepat di lapangan.