SEMARANG — Suasana meriah mewarnai kawasan jalan Semeru Raya dan jalan Telaga Bodas, Kota Semarang, ketika ratusan siswa KB, TK, dan SD Don Bosco berpartisipasi dalam Karnaval Merah Putih, Jumat 15 Agustus 2025. Bukan sekadar pawai, acara ini menjadi momen edukasi lingkungan lewat kampanye pilah sampah.
Yang membuatnya unik, para pelajar tampil dengan kostum kreatif dari barang bekas. Ada yang mengenakan gaun dari bungkus kopi, rompi dari botol plastik, hingga topi dari kardus bekas. Beberapa siswa bahkan memainkan alat musik yang mereka rakit sendiri dari bahan daur ulang.
Menurut Yustina Tri Hartatik, Kepala SD Pangudi Luhur Don Bosco sekaligus koordinator KB dan TK, kegiatan ini dirancang dengan dua tujuan utama.
“Pertama, untuk menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia. Kedua, mengkampanyekan pilah sampah sejak dini, dimulai dari sekolah. Kami mengangkat tema mencintai lingkungan dengan memilah dan mengelola sampah. Program ini menjadi keunggulan sekolah di tahun ajaran baru,” jelasnya.
Rute karnaval pun dibagi dua. Siswa KB dan TK menempuh jarak sekitar satu kilometer di Jalan Semeru Raya, sementara siswa SD berjalan lebih dari dua kilometer di Jalan Telaga Bodas Raya.
Dalam perjalanan, mereka membagikan stiker ajakan pilah sampah kepada warga sekitar, sekaligus memungut sampah plastik yang ditemukan di jalan.
“Sampah yang terkumpul akan kami pilah menjadi organik dan anorganik. Untuk organik, harapannya bisa menjadi pupuk kompos, sedangkan plastik akan kami kelola agar bernilai jual tinggi. Kami terbuka terhadap ide dan kerja sama dari pihak luar untuk mendukung program ini,” tambah Yustina.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 siswa dan sekitar 300 orang tua. Para orang tua tak kalah antusias, mengenakan nuansa merah putih dan ikut berbaur di barisan karnaval.
“Selain menyemarakkan HUT RI, ini juga menjadi ajang kemitraan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa memilah sampah harus dimulai dari rumah,” pungkas Yustina.
Ia menambahkan, saat ini masih dalam belajar proses pengelolaan sampah
"Jadi untuk dalam waktu satu bulan dari Juli pertengahan sampai Agustus pertengahan ini target kami pilah dan kami masih berusaha mengumpulkan dana untuk bisa belajar dan nanti bisa kelola bersama,"ujarnya.
Sementara itu untuk sampah plastik, seperti botol-botol dan kap-kap plastik akan dikelola menjadi barang yang lebih produktif.
"Maka kami sangat terbuka atas saran, masukan, ide dari berbagai pihak untuk mendukung program kami ini. Saat ini kami sudah kerjasama dengan Fakultas Lingkungan Hidup Udip. Dan kami berharap ke depan bisa bekerja sama dengan pihak Pemkot Semarang atau lembaga-lembaga lain yang juga sama-sama peduli dengan lingkungan hidup," katanya.